Jumat, 03 April 2026

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Debong Tengah Hangus Dilalap Api

  

Kota Tegal - Kebakaran melanda rumah milik Khairi Isnawati (47), warga Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.20 WIB saat seorang saksi mencium bau benda terbakar dari dalam rumah. Saat di lakukan pengecekan, api di ketahui telah muncul di lantai dua bangunan.

Saksi kemudian segera memanggil penghuni rumah untuk keluar, sementara warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar Kota Tegal yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Api berhasil di kendalikan dengan cepat sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Sigit Pasono, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

“Petugas segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP serta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap saksi,” ujarnya di lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban mengalami kerugian materiil berupa perabot rumah tangga, pakaian, dan sejumlah surat berharga dengan total ditaksir sekitar Rp10 juta.

Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama dari penggunaan peralatan elektronik di rumah,” tegas Kompol Sigit.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan dan memastikan kondisi lokasi dalam keadaan aman.

Kamis, 02 April 2026

Polres Tegal Kota Sterilisasi Gereja, 350 Personel Disiagakan Jelang Tri Hari Suci Paskah

   

Kota Tegal — Polres Tegal Kota melakukan sterilisasi sejumlah gereja dan tempat ibadah menjelang rangkaian Tri Hari Suci Paskah 2026, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini sebagai upaya untuk memastikan keamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah.

Sterilisasi dilakukan oleh personel Satsamapta dengan dukungan Unit K9. Petugas menyisir area gereja menggunakan metal detector serta anjing pelacak, mulai dari bagian dalam hingga lingkungan sekitar.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, mengatakan sterilisasi merupakan langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan keamanan.

“Kami pastikan seluruh gereja dan tempat ibadah dalam kondisi aman sebelum digunakan. Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat selama ibadah Tri Hari Suci,” ujarnya.

Selain sterilisasi, polisi juga menyiagakan sedikitnya 350 personel untuk pengamanan di berbagai titik.

“Personel kami sebar tidak hanya di gereja, tetapi juga di ruas jalan, objek wisata, dan pusat-pusat keramaian masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pengamanan ini untuk menjaga situasi tetap kondusif, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama perayaan keagamaan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang,” tegasnya.

Langkah pengamanan ini mendapat apresiasi dari pihak gereja. Pendeta Simon dari GPDI Mahanaim Tegal menyampaikan terima kasih atas kehadiran aparat kepolisian.

“Kami sangat berterima kasih atas sterilisasi yang di lakukan. Ini memberikan rasa aman bagi jemaat dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran polisi menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Hal serupa di sampaikan Romo Subagyo dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tegal.

“Dengan adanya sterilisasi ini, kami merasa lebih yakin dan nyaman dalam melaksanakan rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah,” katanya.

Rangkaian Tri Hari Suci Paskah di mulai dari Kamis Putih, di lanjutkan Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Harapannya dengan pengamanan yang telah di lakukan, seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan khidmat.