Selasa, 20 Oktober 2026

Kapolres Tegal Kota: Penanganan PGOT Butuh Pendekatan Tepat, Keselamatan Jadi Prioritas

  


Kota Tegal – Penanganan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), membutuhkan pendekatan yang tepat agar petugas dapat menjalankan tugas tanpa membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.

Hal itu di sampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat membuka workshop penanganan PGOT di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Kapolres menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta pemahaman mengenai cara menangani PGOT sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan mengamankan seseorang, tetapi juga memerlukan identifikasi dan pendekatan yang tepat.

“Penanganan PGOT perlu dilakukan bersama-sama dengan menyiapkan waktu dan langkah yang terkoordinasi, sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Tegal tetap terjaga,” ujar AKBP Chris Lolowang

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjalani latihan kerja di Polres Cirebon Kota. Saat itu, persoalan pengemis dan ODGJ menjadi salah satu tantangan yang perlu di tangani. Dari proses identifikasi, petugas mendapati indikasi bahwa sebagian orang yang di amankan berasal dari wilayah kabupaten sekitar.


Pengalaman tersebut, menurut Christian, menunjukkan pentingnya memahami kondisi dan latar belakang persoalan sebelum menentukan langkah penanganan.

Ia turut mengingatkan risiko yang dapat muncul ketika petugas menghadapi ODGJ tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara penanganannya. Dalam sejumlah kejadian, aparat yang bertugas menangani ODGJ juga dapat mengalami serangan fisik.

“Cara penanganan ODGJ dan gelandangan berbeda-beda. Karena itu, petugas perlu memahami pendekatan yang tepat agar penanganan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban, baik dari pihak aparat maupun masyarakat,” katanya.

Melalui workshop tersebut, Christian berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang dapat di terapkan saat menghadapi persoalan PGOT di lapangan. Kolaborasi Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan di nilai penting agar penanganan berjalan terarah sesuai peran masing-masing.

Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang bermanfaat bagi penanganan PGOT, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Tegal yang aman, tertib, dan sejahtera.

Tak Perlu Menunggu Kembali ke Kantor, Petugas Polres Tegal Kota Siapkan LP di TKP

  


Kota Tegal – Petugas kepolisian yang menangani tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Tegal Kota di siapkan untuk membuat laporan polisi (LP) dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi.

Untuk mendukung proses tersebut, petugas di lengkapi laptop dan printer yang terkoneksi dengan sistem di satuan atas. Kesiapan sarana itu di periksa Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat mengecek perlengkapan penanganan awal TKP (TPTKP), Rabu (21/10/2026).

Pemeriksaan meliputi peralatan fungsi Identifikasi dan Lalu Lintas serta perangkat administrasi yang di gunakan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

AKBP Chris Lolowang mengatakan, petugas yang mendatangi lokasi kejadian tidak hanya perlu membawa perlengkapan untuk penanganan awal, tetapi juga sarana untuk mendukung proses administrasi kepolisian di lapangan.

“Tim yang turun ke TKP di lengkapi perlengkapan TPTKP serta sarana untuk membuat laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi. Ini sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah sekaligus sejalan dengan program Quick Wins Kapolri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya


Dalam pengecekan tersebut, ia juga memastikan kesiapan laptop dan printer yang di gunakan untuk pembuatan dokumen kepolisian. Menurutnya, perangkat tersebut telah berfungsi dan terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas.

“Alhamdulillah, seluruh perangkat sudah berjalan lancar. Laptop yang di gunakan juga telah terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas,” kata AKBP Chris Lolowang

Sementara itu, Kapolres menjelaskan, petugas Polsek bertugas melakukan penanganan awal di TKP, termasuk memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.

Adapun pembuatan laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi di lakukan oleh petugas Polres.

Kesiapan personel dan perangkat pendukung ini di harapkan dapat memperlancar penanganan perkara serta membuat pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan efektif," pungkasnya.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat Mengalir dalam Aksi Donor Darah di Tegal


Kota Tegal – Polres Tegal Kota menggelar bakti sosial donor darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal, Selasa (20/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75. Kegiatan ini melibatkan personel Polres, awak media mitra kepolisian, dan masyarakat umum.

Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menambah persediaan darah di PMI Kota Tegal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan transfusi darah.

“Hari ini Humas Polres Tegal Kota menggelar bakti sosial donor darah dalam rangkaian Hari Jadi Humas Polri ke-75. Kegiatan ini melibatkan 100 peserta, mulai dari anggota Polri, rekan-rekan media, hingga masyarakat umum yang turut berpartisipasi,” ujar AKBP Chris Lolowang.


Ia mengatakan, donor darah tersebut merupakan salah satu kegiatan sosial dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75. Sebelumnya Polres Tegal Kota juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Panggung, Kota Tegal.

“Melalui kegiatan donor darah dan penyaluran air bersih ini, kami berharap sinergi antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Semangat Polisi Bersama Masyarakat kami wujudkan melalui kegiatan yang manfaatnya dapat di rasakan langsung oleh warga,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua PWI Kota Tegal, Meiwan Dani, mengapresiasi keterlibatan personel Polri, awak media, dan masyarakat dalam kegiatan donor darah tersebut.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk ikut berpartisipasi dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan seperti ini juga dapat mempererat hubungan dan kerja sama antara Polri dan insan pers,” ujar Meiwan.

Senin, 19 Oktober 2026

Bantu Warga Terdampak Kemarau, Polres Tegal Kota Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih

 



Kota Tegal – Polres Tegal Kota menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga RW 10, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (19/10/2026) untuk membantu memenuhi kebutuhan air di tengah kemarau berkepanjangan.

Bakti sosial yang di gelar Seksi Humas Polres Tegal Kota ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Humas Polri ke-75 bertema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”.

Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Chrisye Lolowang hadir bersama jajaran Polres dan Polsek, Bhabinkamtibmas, awak media, serta unsur pemerintah setempat. Bantuan 10.000 liter air bersih di salurkan melalui dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, bekerja sama dengan PDAM.

Kapolres mengatakan, bantuan tersebut di harapkan dapat meringankan kesulitan warga dalam memperoleh air bersih. Ia juga meminta pemerintah kelurahan berkoordinasi apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa.

“Kami berharap bantuan yang di salurkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Kegiatan seperti ini tidak hanya di laksanakan dalam rangka peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi wujud nyata kesiapsiagaan Polri dalam membantu masyarakat,” kata AKBP Chris Lolowang



Ia menjelaskan, pemerintah kelurahan dapat menyampaikan kebutuhan air bersih melalui Kapolsek Tegal Timur untuk diteruskan kepada Kapolres. Penyaluran lanjutan akan di sesuaikan dengan kebutuhan warga dan kemampuan yang tersedia.

Dirinya menambahkan, kualitas air juga menjadi perhatian agar bantuan yang di berikan layak di gunakan masyarakat.

Sementara itu Lurah Panggung, Rokhiman, mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus di lakukan untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Kami juga berharap ke depan semakin banyak kegiatan dari Polres Tegal Kota maupun Polsek Tegal Timur yang menyasar langsung masyarakat, khususnya warga Kelurahan Panggung,” ujar Rokhiman.

Salah seorang warga RW 10 Kelurahan Panggung, Widyo Utomo, turut menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami warga di wilayah ini mendapat bantuan air bersih dari Polres Tegal Kota. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama dalam menghadapi kondisi kemarau dan kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Widyo.

Kapolres Tegal Kota: Narkoba Bukan Jalan Keluar dari Permasalahan

  

Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengingatkan pelajar SMA Negeri 3 Tegal agar menjauhi narkoba dan tidak mudah terpengaruh pergaulan yang berisiko. Pesan tersebut di sampaikan saat menjadi pembina upacara di sekolah itu, Senin (19/10/2026).

“Narkoba bukan jalan keluar dari permasalahan. Narkoba juga bukan sarana untuk menunjukkan keberanian atau sekadar mengikuti gaya dan pergaulan. Dampaknya bisa menyebabkan ketergantungan, mengganggu kesehatan, hingga mengancam jiwa,” kata AKBP Chris Lolowang dalam amanatnya.

Ia meminta para siswa berani menolak ajakan mencoba narkoba, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Pelajar juga diimbau membangun komunikasi dengan orang tua dan guru apabila menghadapi persoalan.

Kapolres turut mengajak pihak sekolah, orang tua, dan para pelajar untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba, warga sekolah di imbau menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman, termasuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.


“Kami ingin pelajar tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, disiplin, dan karakter yang kuat. Gunakan masa muda untuk belajar, berlatih, berkarya, dan membangun masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SMA Negeri 3 Tegal, Istiana Herawati, menyambut baik pembinaan yang di berikan Kapolres Tegal Kota kepada para siswa terkait bahaya narkoba.

Ia menilai sinergi antara sekolah dan kepolisian penting untuk membangun karakter generasi muda sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“SMA Negeri 3 Tegal sangat mendukung program Polri dalam pembinaan siswa terkait bahaya narkoba. Sinergi antara satuan pendidikan dan Polri merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang bebas dari narkoba,” ujar Istiana.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung Kapolres dalam memberikan edukasi kepada siswa. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Polres Tegal Kota Intensifkan Patroli Malam Minggu, Antisipasi Kreak dan Tawuran

  


Kota Tegal – Mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam akhir pekan, Satuan Samapta bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Tegal Kota mengintensifkan patroli malam Minggu, Sabtu (17/10/2026) malam.

Patroli tersebut di lakukan untuk mengantisipasi aksi kreak, tawuran, balap liar, serta berbagai tindak kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang menegaskan bahwa patroli merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Melalui patroli ini, kami berupaya mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari aksi kreak, tawuran, balap liar hingga tindak kejahatan lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman, khususnya saat menikmati malam akhir pekan,” ujarnya.



Selain melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar turut menjaga ketertiban, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan mengedepankan kehadiran polisi, pendekatan humanis, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polres Tegal Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman tanpa gangguan.

Kamis, 15 Oktober 2026

Dua Hari di Stadion Yos Sudarso, Personel Polres Tegal Kota Asah Kemampuan Beladiri

  


Tegal Kota – Polres Tegal Kota menggelar latihan Beladiri Polri Periodik Semester II Tahun Anggaran 2026 di Stadion Yos Sudarso, Kota Tegal, selama dua hari, Kamis (15/10) hingga Jumat (16/10).

Sebelum latihan di mulai, personel menjalani pemeriksaan dan pengecekan kesehatan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) untuk memantau kondisi kesehatan sebelum mengikuti kegiatan fisik.

Latihan ini di ikuti seluruh personel Polri di jajaran Polres Tegal Kota sebagai bagian dari pembinaan dan peningkatan kemampuan anggota.

Plt. Kabag SDM Polres Tegal Kota Kompol M. Jusup mengatakan, latihan tersebut bertujuan memelihara dan meningkatkan keterampilan beladiri personel untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian.

“Latihan ini untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan beladiri personel. Agar anggota lebih siap menghadapi tantangan tugas, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan bertindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kompol M. Jusup, Jumat (16/10/2026).


Materi latihan meliputi teknik dasar beladiri perorangan dan berpasangan, beladiri tanpa alat maupun menggunakan alat, teknik membawa tahanan, serta teknik kuncian. Kegiatan dipandu instruktur dari personel yang memiliki kompetensi di bidang beladiri Polri.

Kompol M. Jusup berharap seluruh personel mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh dan terus memelihara keterampilan yang di miliki.

“Harapannya, personel dapat menerapkan kemampuan beladiri secara tepat, terukur, dan sesuai prosedur saat bertugas,” tambahnya.

Latihan periodik ini menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel Polres Tegal Kota. Untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional dan proporsional dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

Satpolairud Polres Tegal Kota Cek Alur Pelayaran Cegah Risiko Kebakaran Kapal

  


Kota Tegal – Satpolairud Polres Tegal Kota mengecek alur pelayaran dan area sandar kapal di Pelabuhan Pelindo, Pelabuhan Jongor, dan Pelabuhan Muarareja, Kota Tegal, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini di lakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran kapal dan memastikan akses pergerakan kapal tidak terhalang saat terjadi keadaan darurat.

Kasat Polairud Polres Tegal Kota Iptu Ahmad Silahuddin mengatakan, penempatan kapal perlu di perhatikan agar tidak menghambat alur pelayaran maupun akses keluar dari area sandar.

“Pengecekan ini untuk memastikan posisi kapal tidak menghalangi alur pelayaran dan akses keluar. Jika terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran, kapal yang masih bisa di gerakkan perlu memiliki ruang untuk menjauh ke lokasi yang lebih aman sesuai kondisi di lapangan,” ujar Ahmad Silahuddin.


Menurutnya, posisi kapal yang terlalu rapat dapat menyulitkan penanganan darurat dan meningkatkan risiko api merambat ke kapal lain. Karena itu, pemilik kapal, nakhoda, dan pihak terkait perlu memperhatikan penempatan kapal serta memastikan jalur keluar tidak terhalang.

Selain mengecek area pelabuhan, personel Satpolairud juga melaksanakan patroli perairan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengimbau nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kapal dan mesin dalam kondisi layak, serta membawa jaket pelampung dan perlengkapan keselamatan saat melaut.

Ahmad Silahuddin mengajak pengelola pelabuhan, pemilik kapal, nakhoda, dan nelayan untuk bersama-sama menjaga keselamatan pelayaran.

“Kami mengimbau seluruh pihak agar menempatkan kapal dengan tertib, menjaga akses keluar tetap terbuka, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya,” katanya.

Pengecekan dan patroli tersebut di lakukan untuk mendukung keselamatan pelayaran serta mengurangi risiko gangguan di kawasan pelabuhan dan perairan Kota Tegal.

Rabu, 14 Oktober 2026

Kebakaran Lahan Kosong di Tegal Timur, Api Tak Sampai ke Rumah Warga

  


Kota  Tegal – Lahan kosong yang di tumbuhi rumput alang-alang di lingkungan RT 11 RW 2, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, terbakar pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Api berhasil di padamkan sebelum menjalar ke permukiman warga.

Kapolsek Tegal Timur Kompol Trio Prabowo mengatakan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat di pastikan.

“Kebakaran terjadi di lahan kosong dan api tidak sampai merembet ke permukiman warga. Untuk penyebabnya, hingga kini masih belum dapat di pastikan,” ujarnya.

Kebakaran di ketahui setelah warga melihat kepulan asap dan kobaran api dari lahan kosong di area gudang pabrik plastik. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas untuk diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran.


Sebelum petugas tiba, warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api menjalar ke permukiman dan bangunan di sekitar lokasi. Petugas gabungan bersama pemadam kebakaran kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan.

Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api, di dukung satu unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Tegal Kota beserta personel, serta satu unit tangki air milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kapolsek Tegal Timur Kompol Trio Prabowo mengimbau masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan atau melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika melihat api atau kepulan asap, segera laporkan agar bisa di tangani sebelum meluas,” tuturnya.

Perkuat Kerja Sama Internasional, FBI Apresiasi Keberhasilan Polda Jateng Ungkap Pig Butchering Scam


Polda Jateng – Kota Semarang | Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah menerima apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI) atas keberhasilan mengungkap kasus penipuan daring lintas negara bermodus pig butchering scam. Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi delegasi FBI dan Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat bersama Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng, Rabu (14/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Son Nguyen selaku Acting FBI Legat Attaché for Indonesia and Timor-Leste menyerahkan sertifikat penghargaan dari FBI kepada Kapolda Jateng dan Ditressiber Polda Jateng sebagai bentuk apresiasi atas penanganan perkara penipuan daring bermodus pig butchering scam yang menyasar korban lintas negara.

Kapolda Jateng menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara FBI dan Polda Jateng. Menurutnya, kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks, terorganisasi, dan tidak mengenal batas wilayah negara. Pengungkapan kasus tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga penegak hukum dalam menelusuri aktivitas kejahatan digital, mengidentifikasi jaringan pelaku, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap tindak pidana yang memiliki dimensi lintas negara.

Sementara itu dalam keterangannya, Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan bahwa apresiasi dari FBI menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan dalam menangani kejahatan siber.

“Penghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pengungkapan perkara pig butchering scam. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,” ujar Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan. Kamis (15/10)

Ia menambahkan, Ditressiber Polda Jateng akan terus mengembangkan kemampuan penyidikan, khususnya dalam penelusuran jejak digital, analisis bukti elektronik, pengungkapan jaringan pelaku, serta penanganan perkara yang melibatkan teknologi dan transaksi keuangan digital. Menurutnya, keberhasilan mengungkap suatu perkara tidak hanya menjadi hasil kerja penyidik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan di ruang digital.


Kombespol Wahyu menambahkan bahwa dalam audiensi tersebut, FBI juga mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2026. Kesempatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel, sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman dalam penanganan kejahatan siber. 

“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.

Kegiatan audiensi tersebut turut dihadiri Rob Nelson selaku Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime, Tomika Patterson selaku Resident Legat Advisor OPDAT, Cut Yunita sebagai staf lokal OPDAT, Ranita Agustina sebagai staf lokal FBI Legat Office, serta pejabat utama Polda Jateng, termasuk Irwasda, Kabid Humas, Dirreskrimum, Dirres PPA PPO, dan Dirreskrimsus.

Polda Jateng berharap kerja sama dengan FBI dan OPDAT dapat terus dikembangkan melalui penguatan koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas penyidik, serta dukungan keahlian dalam penanganan perkara siber. 

Kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung penyelesaian perkara tertentu, tetapi juga memperkuat kesiapan aparat penegak hukum dalam menghadapi ancaman kejahatan digital yang terus berkembang.

Menutup keterangannya, Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan menegaskan bahwa Ditressiber Polda Jateng akan terus meningkatkan kemampuan personel dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kejahatan siber dapat menyasar siapa saja dan menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan penyidik, memperkuat kerja sama dengan mitra penegak hukum, serta mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam mengungkap kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan daring,” pungkasnya.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Sosialisasikan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Antipungli

 


Polda Jateng - Kota Semarang |  Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan melaksanakan Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius Agung, Kota Semarang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya dalam mengemban amanah sebagai pimpinan Polda Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata-mata menjalankan tugas kedinasan, melainkan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat.”

“Saya berada di sini sebagai Kapolda Jawa Tengah dengan tujuan mewujudkan Polisi Bersama Masyarakat. Saya memahami bahwa masyarakat sangat membutuhkan kehadiran kepolisian yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta rasa aman,” tegas Irjenpol. Pol. Roy Hardi Siahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, setiap anggota kepolisian dituntut untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang tulus dan berkeadilan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Jateng  juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar, menurutnya, tidak boleh ada anggota kepolisian yang menyalahgunakan kewenangan maupun memanfaatkan tugas untuk kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat.

“Dalam program Polisi Bersama Masyarakat, saya tidak ingin melihat ada anggota kami yang melakukan pungli di jalan. Apabila masyarakat mengetahui adanya anggota polisi yang melakukan pungli, silakan laporkan kepada kami. Kami akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya 

Lebih lanjut, Kapolda Jateng menyampaikan perhatian dan kepeduliannya terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya kaum rentan, penyandang disabilitas, anak-anak, serta masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepolisian harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial ekonomi. Menurutnya, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari kesediaan mendengarkan aspirasi warga, memberikan pelayanan secara humanis, hingga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan keadilan sesuai dengan hak-haknya.



Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jateng juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa Polda Jawa Tengah semakin dekat dengan masyarakat.

“Saya mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar saya dapat melaksanakan tugas dengan baik dan amanah. Saya berharap apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat Jawa Tengah dapat kami wujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Yuliyanto menjelaskan bahwa kegiatan Safari Kamtibmas yang di laksanakan Kapolda Jateng merupakan bagian dari upaya memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus menyosialisasikan slogan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai semangat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Melalui slogan Polisi Bersama Masyarakat, menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kamtibmas. Di butuhkan dukungan, kepercayaan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Kami juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan slogan ini sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan yang tulus, tidak menyakiti hati masyarakat, serta menolak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan,” ungkap Kombes Pol. Yuliyanto. Minggu (11/10)

“Harapan kami, Polisi Bersama Masyarakat benar-benar di rasakan manfaatnya oleh seluruh warga Jawa Tengah. Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan saling percaya, kita dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Cegah Kebakaran Saat Musim Kemarau, Polres Tegal Kota Perketat Pemantauan

  


Tegal Kota – Risiko kebakaran saat cuaca panas dan musim kemarau menjadi perhatian jajaran Polres Tegal Kota, mulai dari lahan kosong yang ditumbuhi ilalang kering hingga kapal yang bersandar di kawasan Pelabuhan Tegal.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, personel Polsek Sektor Kawasan Pelabuhan Tegal meningkatkan patroli dan pemantauan di area dermaga, termasuk kapal-kapal yang tengah bersandar. Pengawasan juga di arahkan pada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, salah satunya pekerjaan pengelasan di kapal.

Kapolsek Sektor Kawasan Pelabuhan Tegal AKP Nurmahmud mengatakan, pencegahan di lakukan melalui pemantauan langsung dan edukasi kepada pekerja kapal agar memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas.

“Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering perlu menjadi perhatian bersama. Kami mengingatkan para pekerja kapal agar berhati-hati saat melakukan pengelasan, memastikan prosedur keselamatan di terapkan, serta mengantisipasi percikan api yang dapat menyambar material mudah terbakar,” ujar AKP Nurmahmud, Sabtu (10/10/2026).



Menurutnya, pengawasan di kawasan pelabuhan perlu di lakukan secara berkelanjutan, mengingat aktivitas kapal dan pekerjaan perbaikan dapat menimbulkan potensi bahaya apabila tidak di sertai langkah pencegahan yang memadai.

Sementara itu, jajaran Polres Tegal Kota juga melakukan pemantauan terhadap lahan kosong yang di tumbuhi rumput dan ilalang kering. Lokasi yang berpotensi rawan di petakan untuk mendukung langkah antisipasi, di sertai imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.

Polres Tegal Kota mengajak masyarakat, pekerja kapal, dan pengelola lingkungan untuk bersama-sama mencegah kebakaran dengan menjaga area sekitar tetap aman serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Arahan Kapolda Jateng Pada Seluruh PJU dan Kapolres Jajaran : "Polisi Bersama Masyarakat Harus Terwujud dalam Pelayanan Nyata


Polda Jateng, Kota Semarang | Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus di wujudkan melalui pelayanan yang responsif, penegakan hukum yang profesional, serta kehadiran personel yang benar-benar di rasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi slogan atau kegiatan untuk di publikasikan.

Penegasan tersebut di sampaikan Kapolda saat memberikan arahan kepada para Pejabat Utama (PJU). Polda Jateng dan Kapolres jajaran di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang turut di hadiri Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman tersebut menjadi bagian dari konsolidasi. Untuk menyelaraskan pelaksanaan tugas dan langkah penanganan berbagai persoalan di wilayah Jawa Tengah.

Arahan tersebut di berikan setelah Kapolda mendengarkan paparan para PJU dan Kapolres. mengenai situasi kamtibmas, perkara menonjol, rencana kerja hingga Desember 2026, kondisi SPPG, swasembada pangan, kerawanan wilayah, serta berbagai persoalan krusial yang di hadapi masyarakat. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa setiap personel harus bekerja dengan hati dan keikhlasan, bukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian atau popularitas. Menurutnya,

“Saya pengin kerja kita tuh kerjanya kerja hati, pakai hati dan kerja ikhlas. Caranya adalah teman-teman bekerja aja sebagaimana maunya hati kita untuk kepentingan masyarakat,” tegas Kapolda.

Ia juga mengingatkan bahwa program Polisi Bersama Masyarakat harus di wujudkan melalui kehadiran personel di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memahami kebutuhan warga di wilayah tugas masing-masing.

“Saya enggak mau cuma sekadar jargon, tapi rekan-rekan tidak melaksanakan,” ujarnya.

Kapolda meminta jajaran mengoptimalkan berbagai bentuk kegiatan yang mendekatkan polisi dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan keagamaan, sambang, dan dialog langsung dengan warga. Kehadiran personel diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana membangun komunikasi, menyerap aspirasi, dan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain memperkuat kedekatan dengan masyarakat, Kapolda menekankan tiga hal utama dalam implementasi Polisi Bersama Masyarakat. Yakni ketegasan terhadap kejahatan yang meresahkan, respons cepat terhadap permintaan bantuan dan laporan masyarakat, serta pelayanan humanis kepada kelompok rentan.


Dalam penegakan hukum, ia meminta jajaran bertindak tegas terhadap kejahatan jalanan, peredaran narkotika, perjudian, begal, pemerasan, dan berbagai tindak pidana lain yang mengganggu keamanan masyarakat. Namun, setiap tindakan harus di laksanakan secara profesional, sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolda juga menegaskan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan dan mitigasi, khususnya terhadap kelompok anak-anak dan pelajar yang berpotensi terlibat dalam perilaku menyimpang. Pendekatan preventif perlu di lakukan sejak dini melalui identifikasi, pembinaan, dan keterlibatan bersama pihak terkait.

Di bidang pelayanan, Kapolda meminta personel meningkatkan kecepatan dan kemudahan penanganan laporan masyarakat. Ia menginstruksikan personel Reserse, Lalu Lintas, Pamapta, dan fungsi terkait untuk mengoptimalkan penanganan tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pembuatan laporan polisi dan pemeriksaan saksi di lokasi apabila memenuhi ketentuan dan memungkinkan di lakukan.

“Jadi orang datang ke TKP membawa laptop, udah dapat nomor LP-nya dan sebagainya, lalu di buatkan LP di sana. Jadi kita tidak lagi menunggu orang mau lapor itu harus datang ke SPKT,” jelasnya.

Menurut Kapolda, pola pelayanan jemput bola tersebut merupakan salah satu bentuk respons cepat agar masyarakat memperoleh kemudahan dalam proses penanganan perkara. Ia juga meminta Polda memberikan dukungan kepada Polres dalam penanganan perkara menonjol, baik melalui penguatan personel maupun dukungan penanganan perkara.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi penekanan dalam arahan tersebut. Kapolda meminta jajaran memberikan pelayanan secara humanis kepada perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, masyarakat. Yang membutuhkan bantuan sosial, serta korban bencana, kekerasan, maupun tindak pidana. Penanganannya perlu di lakukan secara proaktif dengan melibatkan pihak terkait sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, Kapolda menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan pembenahan integritas internal. Dirinya mengingatkan personel agar tidak mengorbankan integritas dan kehormatan institusi demi keuntungan pribadi. Serta melarang praktik transaksional dalam penanganan perkara, pungutan liar dalam pelayanan lalu lintas,

"Saya juga tidak mau ada anggota yang jadi pelindung peredaran narkotika, perjudian, dan praktik ilegal lainnya. Kita harus bersih dan berempati kepada masyarakat," tegasnya.

Kapolda juga meminta para pimpinan satuan untuk memperkuat pengawasan dan bertanggung jawab terhadap perilaku anggota masing-masing. Menurutnya, pembinaan dan pengawasan yang baik merupakan bagian dari upaya melindungi personel. Agar tetap bekerja sesuai aturan dan terhindar dari pelanggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menekankan pentingnya pemetaan dan mitigasi persoalan di wilayah. Mulai dari daerah rawan bencana hingga kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih dan pangan. Jajaran di minta tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga merencanakan tindak lanjut serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Menutup arahannya, Kapolda kembali menegaskan bahwa seluruh langkah pembenahan tersebut pada dasarnya di tujukan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga personel agar bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

“Karena pada hakekatnya pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya berhubungan dengan masyarakat, tapi juga harus di pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan YME,” pungkasnya.

Melalui arahan tersebut, Kapolda berharap seluruh jajaran mampu menerjemahkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” ke dalam perilaku dan kinerja yang konsisten: tegas terhadap kejahatan, humanis dalam pelayanan, responsif terhadap kebutuhan warga, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.