Kamis, 12 Februari 2026

Kapolres Tegal Kota Tegaskan RAT Primkoppol Bukan Seremonial, Transparansi Jadi Kunci

Kota Tegal – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Primkoppol Polres Tegal Kota menjadi forum tertinggi yang menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan RAT bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kedaulatan anggota dalam mengevaluasi dan menentukan arah kebijakan koperasi.

"RAT menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi. Karena itu, pengurus harus memaparkan seluruh pengelolaan dan laporan pertanggungjawaban secara terbuka,” tegasnya saat menghadiri kegiatan di Gedung Bhayangkari, Jalan Yos Sudarso, Tegalsari, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, pengurus yang profesional dan berintegritas menentukan kesehatan koperasi. Melalui pengelolaan organisasi dan aset yang baik, serta kemampuan membangun kemitraan strategis.

Senada, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal, Sirat Mardanus. Menyebut RAT sebagai kewajiban pengurus dalam mempertanggungjawabkan kinerja kepada anggota.

“Laporan keuangan harus transparan, SHU jelas, dan program kerja tersusun demi koperasi yang sehat dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Primkoppol Polres Tegal Kota, Abdul Munir, menyampaikan sepanjang 2025 pengurus memfokuskan program simpan pinjam. Untuk kebutuhan produktif dan pembiayaan pendidikan anggota.

“Kami berkomitmen meningkatkan kesejahteraan anggota melalui program yang tepat sasaran,” katanya.

Koperasi juga menyalurkan santunan bagi anggota yang melahirkan secara sesar, memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi. Hingga tingkat nasional, merealisasikan pembangunan SPPG sesuai keputusan RAT, serta menambah nilai tabungan anggota menjelang Lebaran.

RAT berlangsung tertib dan penuh antusiasme, ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah utama bagi anggota yang hadir.

Rabu, 11 Februari 2026

Warga Lapor Temuan Benda Mirip Granat, Gegana Musnahkan di Pantai Alam Indah

Kota Tegal, 11 Februari 2026 – Warga menemukan sebuah benda yang menyerupai granat tangan di pinggir Sungai depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) wilayah Margadana, Kota Tegal. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian untuk menangani lebih lanjut.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menjelaskan bahwa penemuan benda tersebut pertama kali oleh warga, di pinggir Jalan Demak, Margadana. Karena bentuknya menyerupai granat, warga segera melaporkannya ke Polsek Sumurpanggang.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan sterilisasi sesuai prosedur dan melaporkannya ke satuan atas. Untuk pengamanan serta pemusnahan,” ujar AKBP Heru, Rabu (11/2/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian segera mengamankan lokasi dan menetapkan radius aman sejauh 100 meter dari titik penemuan.

Petugas Kepolisian juga memasang Police Line guna mencegah masyarakat mendekati area tersebut demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

Sebagai tindak lanjut, Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah melakukan pemusnahan. Terhadap benda yang menyerupai granat tangan tersebut di kawasan Pantai Alam Indah pada siang hari.

“Pemusnahan yang dilakukan oleh Tim Gegana Brimob pada siang hari ini merupakan tindak lanjut dari adanya temuan barang serjenis granat di Jalan Demak, Margadana,” tambah AKBP Heru.

Setelah memusnahkan benda tersebut, petugas memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Polres Tegal Kota mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar.

Selasa, 10 Februari 2026

Sungai Ketiwon Meluap, RW 9 Kelurahan Panggung Kota Tegal Terendam Banjir

  

Kota Tegal, Sungai Ketiwon meluap pada Selasa malam (10/2) hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu di Kabupaten Tegal. Peningkatan debit air secara drastis berdampak pada aliran sungai di wilayah hilir Kota Tegal.

Akibatnya, air meluap ke pemukiman warga di RW 9, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, hingga membanjiri rumah dan jalan di lingkungan sekitar.

Tim BPBD, Kepolisian, Pemkot bersama lurah dan warga segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Polisi memasang Police Line di sekitar tanggul yang rawan jebol akibat terkikis arus, sebagai langkah antisipasi awal.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, meninjau langsung lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Ia menyampaikan bahwa jajaran Polres telah menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara

“Kami telah memberdayakan dan menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar AKBP Heru Antariksa, Rabu (11/2/2026)

Selain itu, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penanganan banjir.

“Kami melakukan koordinasi dengan BPBD, PMI, Dinas Sosial, serta PSDA Pemali Comal. Untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat,” jelasnya

Personel Polres juga ditempatkan di titik-titik rawan untuk memantau kondisi tanggul dan membantu distribusi bantuan kepada warga terdampak, termasuk makanan siap saji, air mineral, dan roti.

“Untuk kebutuhan air bersih, kami berkoordinasi dengan PDAM setempat agar suplai tetap tersedia,” tambah Kapolres

Kapolres juga turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta menjauhi area bantaran sungai yang berpotensi rawan longsor dan membahayakan keselamatan.

Hingga saat ini, situasi terpantau aman dan terkendali. Personel gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan.

Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Tegal Kota Edukasi Siswa TK Pembina

Kota Tegal, Satlantas Polres Tegal Kota memberikan edukasi dan pembinaan keselamatan berlalu lintas kepada siswa TK Pembina, Jalan Perintis Kemerdekaan Gg 23, Kota Tegal, Rabu (11/2/2026).

Petugas menyampaikan materi secara interaktif, mulai dari pengenalan rambu-rambu, cara menyeberang yang benar, hingga pentingnya memakai helm. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias melalui metode belajar sambil bermain.

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Sujit Munandar mengatakan, edukasi sejak usia dini penting untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas.

“Kesadaran berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan hingga dewasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026.Melalui kegiatan ini kami sekaligus menyosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Harapannya, pesan keselamatan bisa tersampaikan lebih luas, termasuk melalui anak-anak kepada keluarganya,” tegasnya.

Kepala TK Pembina, Tjundiati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan berlalu lintas sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas anak sehari-hari.

"Metode tersebut menarik dan mudah anak-anak pahami. Melalui kegiatan belajar sambil bermain, anak-anak lebih mudah menyerap pesan tentang disiplin berlalu lintas,"ujarnya.

Minggu, 08 Februari 2026

Polres Tegal Kota Tekankan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Usia Sekolah

Kota Tegal, Wakapolres Tegal Kota Kompol Wahdah Maulidiawati menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah. Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Penegasan tersebut disampaikan Kompol Wahdah saat memimpin upacara bendera. Sekaligus memberikan pembinaan dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SMA Negeri 1 Kota Tegal, Senin (9/2/2026)

“Kecelakaan lalu lintas bukan hal yang tak terhindarkan. Disiplin, kepatuhan, dan kesadaran bersama menjadi kunci untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya,” ujar Kompol Wahdah.

Kompol Wahdah menyebutkan, data kecelakaan lalu lintas Polres Tegal Kota. Sepanjang 2020–2025 menunjukkan mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif 15–40 tahun dan cenderung meningkat setiap tahun.

“Kelompok usia produktif 15 sampai 40 tahun masih mendominasi korban kecelakaan lalu lintas, dan jumlahnya terus meningkat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif serta penegakan hukum yang humanis dan edukatif.

Selain sosialisasi, penandatanganan kesepakatan bersama antara Polres Tegal Kota dan SMA Negeri 1 Kota Tegal tentang pembinaan, pendidikan karakter dan keamanan lingkungan sekolah.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kota Tegal Imam Bagus Winarto menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut.

“Kerja sama dengan Polres Tegal Kota menjadi langkah strategis dalam mendukung pendidikan karakter serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif,” katanya.

Pantai Alam Indah Dibersihkan, Wali Kota Ajak Warga Jaga Destinasi Wisata

 

Kota Tegal, Pemerintah Kota Tegal bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI), Sabtu pagi (7/2/2026).

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menegaskan, kegiatan bersih-bersih pantai ini bagian dari gerakan kebersihan daerah sesuai arahan Presiden, agar seluruh destinasi wisata tetap tertata.

Ia menekankan pentingnya memulai kebersihan dari lingkungan terdekat dan melakukannya secara rutin. Terutama menjelang akhir pekan, karena jumlah wisatawan meningkat pada Sabtu dan Minggu.

“Tingginya kunjungan wisatawan membuat kawasan ini harus selalu nyaman dan bersih,” ujarnya

Wali Kota Tegal menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan kawasan wisata. Seluruh lapisan masyarakat perlu berperan aktif agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh dan menjadi budaya.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kawasan wisata dapat tetap bersih dan nyaman,” ujar Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Terpisah Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan dukungan penuh Polres terhadap kegiatan kebersihan lingkungan. Sebagai wujud sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Lingkungan yang bersih tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menciptakan rasa aman, nyaman. Serta situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Tegal,” ujar AKBP Heru.

Kegiatan bersih-bersih pantai diawali dengan apel bersama yang melibatkan jajaran Pemerintah Kota Tegal, unsur Forkopimda, TNI-Polri, aparatur sipil negara, mahasiswa, pelajar, aktivis lingkungan, relawan, serta masyarakat.

Selanjutnya, peserta melakukan aksi pembersihan di sepanjang area pantai hingga kawasan mangrove Pantai Alam Indah.

Sabtu, 07 Februari 2026

Art Policing Warnai Operasi Keselamatan Candi 2026 di Kota Tegal

Kota Tegal – Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota melaksanakan kegiatan art policing. Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Kegiatan tersebut melibatkan Jasa Raharja dan UPPD Kota Tegal di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Kota Tegal, Minggu (8/2/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026. Yang bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) di wilayah hukum Polres Tegal Kota.

Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Tegal Kota bersama unsur Jasa Raharja dan UPPD Kota Tegal melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan membagikan brosur, pamflet, serta stiker berisi imbauan tertib berlalu lintas. Kegiatan tersebut menggunakan pendekatan art policing yang humanis, persuasif, dan komunikatif.


Kasat Lantas Polres Tegal Kota, AKP Suyit Munandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preemtif dan preventif guna menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

“Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, kami mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi terwujudnya keselamatan bersama di jalan raya,” ujarnya.

Selain kegiatan sosialisasi, Satlantas Polres Tegal Kota juga memberikan souvenir. Berupa tumbler minuman kepada masyarakat di kawasan CFD Alun-Alun Kota Tegal. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

AKP Suyit Munandar menambahkan bahwa sinergi lintas instansi yang terjalin dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.

“Kami berharap keselamatan berlalu lintas dapat menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, Satlantas Polres Tegal Kota berharap situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Tegal Kota senantiasa aman, tertib, dan kondusif selama Operasi Keselamatan Candi 2026 berlangsung.



Operasi Keselamatan Candi 2026, Aksi Balap Liar di Kota Tegal Jadi Sasaran Patroli

Kota Tegal - Satlantas Polres Tegal Kota mengintensifkan patroli dan hunting pelanggaran untuk menekan aksi balap liar. Serta mencegah kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Tegal.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Suyit Munandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dan penegakan hukum dalam mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Penindakan ini sebagai upaya untuk mengantisipasi balap liar dan pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Patroli menyasar sejumlah ruas jalan rawan balap liar, di antaranya Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Jalan Sultan Agung, Jalan AR Hakim, dan Jalan Ahmad Yani.

AKP Suyit mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat balap liar. Dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Harapan kami, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Tegal,” tegasnya.

Dalam patroli Sabtu (7/2) hingga Minggu (8/2) dini hari, petugas menindak berbagai pelanggaran lalu lintas. Dengan mengamankan 32 unit sepeda motor serta dua lembar STNK.

Jumat, 06 Februari 2026

Jembatan Donggala Tunon Direnovasi, Polres Tegal Kota Utamakan Keselamatan Warga

Kota Tegal – Polres Tegal Kota mengambil langkah nyata demi keselamatan warga dengan merenovasi Jembatan Donggala di Kelurahan Tunon, Tegal Selatan. Jembatan yang berdiri sejak 1986 tersebut belum pernah mengalami renovasi sehingga kondisinya kini cukup memprihatinkan.

Jembatan penghubung di wilayah Rw 03 dan Rw 04 ini sebelumnya tidak memiliki pembatas, minim penerangan, dan permukaannya licin saat hujan. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena warga, termasuk para pelajar yang menuju sekolah, kerap melintasi jembatan itu.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan perbaikan jembatan sepanjang 5 meter dan lebar 3 meter ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Jembatan ini sudah lama dan kondisinya cukup memprihatinkan, sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas, terutama anak-anak sekolah,” ujar AKBP Heru, Sabtu (7/2/2026).

Kapolres menegaskan, keberadaan jembatan yang lebih aman mampu menekan risiko kecelakaan, memperlancar mobilitas warga, dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata.

“Intinya, perbaikan ini untuk kepentingan masyarakat, agar lingkungan lebih aman dan akses utama bagi warga dan pelajar lebih nyaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Heru menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia. Dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Perbaikan ini diharapkan berdampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan keselamatan warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Hasyim Ashari, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jembatan. Menurutnya, keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi kunci kelancaran.

“Kami sangat menghargai perhatian Polri terhadap keselamatan warga. Warga pun ikut aktif dalam kerja bakti dan memantau pembangunan agar perbaikan jembatan berjalan lancar dan aman bagi semua,” ujar Hasyim.

Anak-anak Jadi Agen Keselamatan, Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Edukasi Lalu Lintas

Kota Tegal - Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota menggelar edukasi keselamatan lalu lintas bagi anak usia dini di Lembaga Pendidikan TBM Sakila Kerti, Kota Tegal, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Suyit Munandar menegaskan, edukasi keselamatan berlalu lintas untuk anak-anak sangat penting. Sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri sejak dini.

“Edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini sangatlah perlu, agar anak-anak memiliki pemahaman dasar dan dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga,” ujar AKP Suyit.

AKP Suyit Munandar menjelaskan, dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Tegal Kota menyampaikan materi. Dengan cara yang ramah dan mudah dalam memahaminya.

Petugas mengenalkan kepada anak-anak tentang rambu lalu lintas sederhana, cara menyeberang jalan yang aman, serta pentingnya menggunakan helm saat berkendara bersama orang tua,” jelasnya.

Tujuannya, agar anak-anak memahami aturan dasar berlalu lintas sejak dini. Dan bisa menjadi agen keselamatan di keluarga maupun lingkungan sekitar,” tegasnya kembali.

AKP Suyit menambahkan, akan terus melaksanakan kegiatan edukasi serupa secara berkelanjutan.

“Langkah ini menjadi wujud komitmen Polri. Dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Tegal,” ujar AKP Suyit menutup kegiatan.

Dekat dengan Warga, Polres Tegal Kota Perkuat Patroli dan Komunikasi Lewat Jumat Curhat

Kota Tegal – Polres Tegal Kota menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan penegasan tersebut saat menggelar silaturahmi dan ngobrol bareng warga dalam kegiatan bertajuk Jumat Curhat di Pendopo Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (6/2/2026).

Kapolres AKBP Heru Antariksa Cahya menjelaskan, Jumat Curhat menjadi sarana komunikasi dua arah. Untuk mendengar langsung keluhan dan masukan dari warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Setiap persoalan kamtibmas dapat ditangani cepat dan tepat melalui kerja sama yang baik,” kata AKBP Heru.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat sekaligus menampung aspirasi warga terkait keamanan dan ketertiban.

Warga menyampaikan masukan tentang keselamatan lalu lintas, balap liar, prosedur pengurusan SIM hilang, mekanisme pelaporan cepat, dan klarifikasi informasi di media sosial.

Menanggapi keluhan warga, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.

“Selain itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian. Termasuk Call Center 110 dan media sosial resmi Polres Tegal Kota,” ujarnya

AKBP Heru menambahkan, Polres Tegal Kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan memperkuat operasi kepolisian. Termasuk Operasi Keselamatan Lalu Lintas menjelang Operasi Ketupat Candi 2026.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tegal tetap terjaga,” ujar AKBP Heru menutup kegiatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat utama Polres, unsur Forkopimcam, Lurah Cabawan, Ketua LPMK, dan tokoh masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi polisi dan warga.

Kamis, 05 Februari 2026

Dir Binmas Polda Jateng Tegaskan Satpam Mitra Strategis Polri saat Tutup Diklat Gada Pratama di Kota Tegal

Kota Tegal – Dir Binmas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Siti Rondijah menegaskan bahwa Satuan Pengamanan (Satpam) menjadi mitra strategis Polri yang harus bekerja profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi kode etik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan hal tersebut saat menutup Pendidikan dan Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Tingkat Polda Jawa Tengah di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (5/2/2026).

Kombes Pol Siti Rondijah menegaskan bahwa pendidikan Satpam bukan proses yang mudah. Karena menuntut perubahan sikap dan kebiasaan masyarakat awam menjadi pribadi yang disiplin.

“Tidak mudah mengubah kebiasaan, namun hal itu justru menjadi keunggulan bagi mereka. Yang telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan Gada Pratama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan Satpam merupakan tahapan penting dalam membentuk profesionalisme. Seraya mengapresiasi seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut.


“Pendidikan Satpam terdiri atas tiga jenjang: Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Satpam harus menempuh Gada Pratama sebagai pendidikan dasar sebelum pengukuhan dan penggunaan atribut resmi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya Kartu Tanda Anggota (KTA) Satpam sebagai dasar legalitas dalam bertugas di lapangan. Dengan identitas tersebut, Satpam memiliki kewenangan menjalankan fungsi kepolisian terbatas secara profesional.

“Semua tindakan harus sesuai SOP dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama ini terselenggara melalui kerja sama BUJP PT Rian Jaya Perkasa dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Jateng dan Satbinmas Polres Tegal Kota, dengan pola pendidikan selama 140 jam pelajaran.

Seluruh peserta lulus dan resmi menjadi sebagai anggota Satpam. Pada kesempatan tersebut, para peserta juga menampilkan keterampilan dan penguasaan materi sebagai hasil dari proses pendidikan yang telah dijalani.

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Lakukan Ramp Check di Terminal Bus Tegal

Kota Tegal, Satlantas Polres Tegal Kota bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja menggelar ramp check kendaraan di Terminal Bus Kota Tegal. Guna memastikan kesiapan armada angkutan umum serta kondisi pengemudi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026. Sasaran pemeriksaan meliputi kelayakan teknis kendaraan, seperti rem, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi.

Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Suyit Munandar, mengatakan ramp check bertujuan memastikan armada angkutan umum. Beserta pengemudi dan awak kendaraan dalam kondisi siap dan aman beroperasi.

“Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan armada angkutan umum, pengemudi, dan awak kendaraan. Menghadapi arus mudik Lebaran guna mencegah kecelakaan fatal,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi dan awak angkutan, sekaligus membagikan vitamin dan obat-obatan ringan kepada pengguna jasa transportasi umum.

Menurut AKP Suyit, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya keselamatan berlalu lintas. Dalam pelaksanaanya mengandeng Tim kesehatan dari Urkes Polres Tegal Kota

Harapannya dengan kondisi kesehatan yang prima, pengemudi lebih fokus dan berhati-hati saat berkendara sehingga dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, penempelan stiker keselamatan pada armada, serta pengingat pentingnya istirahat cukup selama perjalanan.

Sementara itu, Sutono seorang sopir bus yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya ramp check dan pemeriksaan kesehatan. Ia menilai kegiatan tersebut membuatnya lebih tenang dan percaya diri saat membawa penumpang.

“Pengecekan dan pemeriksaan kesehatan ini membuat saya lebih tenang saat membawa penumpang,” ujar Sutono