Kamis, 23 April 2026

Unjuk Rasa Berujung Ricuh Disimulasikan di Depan Balaikota Tegal, Aparat Tunjukkan Kesiapsiagaan Penuh


Kota Tegal, Suasana di depan Balaikota, kawasan Alun-alun Kota Tegal, Kamis (23/4/2026), tampak tegang. Ratusan personel Polres Tegal Kota, Polda Jawa Tengah, bersiaga menghadapi skenario aksi massa yang berpotensi memicu gangguan keamanan. 

Simulasi penanganan kontinjensi itu menggambarkan bagaimana unjuk rasa yang awalnya berjalan tertib dapat berubah memanas dan berujung ricuh.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan simulasi ini menjadi langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

“Ini bentuk kesiapan kita menghadapi potensi aksi di masa mendatang. Semua elemen harus terlibat menjaga kekompakan dan kondusivitas Kota Tegal,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, kekuatan, kekompakan, dan solidaritas menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di Kota Tegal.

“Kewaspadaan akan diperkuat dengan pemantauan langsung di berbagai sektor, mulai dari perusahaan dan buruh hingga kalangan akademisi, mahasiswa, pelajar, dan elemen lainnya,” ungkapnya .

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mewaspadai pihak-pihak yang berpotensi menunggangi aksi. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi. Masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terhasut,” tegasnya.

Senada, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya memastikan jajarannya siap memberikan pengamanan secara profesional.

“Kami telah menyiapkan kesiapsiagaan, termasuk tahapan penggunaan kekuatan secara terukur untuk memastikan setiap aksi berjalan aman dan tertib,” katanya.

Terkait kesiapan personel, Heru menyebutkan bahwa Polres Tegal Kota menerapkan pola siaga dengan mengerahkan dua per tiga kekuatan setiap hari.

“Untuk kesiapan personel, dua per tiga kekuatan kami siagakan setiap hari, sementara sisanya difokuskan untuk pengamanan markas komando dan objek vital lainnya,” jelasnya.

Dalam simulasi tersebut, aksi penyampaian pendapat awalnya berlangsung tertib. Namun situasi kemudian berubah menjadi ricuh setelah sejumlah oknum massa melakukan aksi anarkis, mulai dari pembakaran, perusakan, hingga perlawanan terhadap petugas di lapangan.

Aparat kepolisian kemudian bergerak cepat dengan menurunkan tim tindak untuk mengendalikan situasi. Sejumlah pelaku yang diduga terlibat perusakan dan tindak pidana diamankan untuk diproses sesuai ketentuan hukum. 

Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku. Termasuk melibatkan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bagi pelaku perempuan dan anak di bawah umur

Selain itu, simulasi juga menampilkan kesiapsiagaan peleton Raimas, skenario penyanderaan anggota oleh sekelompok orang, serta respons Tim Crisis Response Team (CRT) dalam penanganan ancaman bahan peledak melalui prosedur disposal.

Rabu, 22 April 2026

Dilepas Wali Kota, 296 Jemaah Haji Kota Tegal Diberangkatkan dengan Pengawalan Ketat Aparat

Kota Tegal — Polres Tegal Kota memastikan proses pemberangkatan calon jemaah haji asal Kota Tegal berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dilakukan sejak titik kumpul di Komplek Balai Kota Tegal hingga perjalanan menuju embarkasi, Selasa malam (21/4/2026).

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik di lokasi kegiatan maupun pengawalan sepanjang jalur yang dilalui rombongan menuju Asrama Haji Donohudan.

Kabagops Polres Tegal Kota, Kompol Nurcholis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengawalan dilakukan hingga jemaah tiba di Asrama Haji Donohudan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman, tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga keluarga yang turut mengantar.

“Pengamanan ini adalah bentuk pelayanan kami, agar jemaah bisa berangkat dengan tenang dan fokus menjalankan ibadah,” tegasnya.

Sebanyak 296 jemaah diberangkatkan dari total 302 orang yang terdaftar. Mereka tergabung dalam Kloter 5 dan 10 SOC, dengan menggunakan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan di Boyolali. 

Sementara itu, enam jemaah lainnya akan menyusul melalui kloter berbeda, yakni Kloter 6, 8, dan 15.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, dipimpin langsung Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono yang secara simbolis memberangkatkan rombongan calon jemaah haji. Turut hadir Wakil Walikota bersama Kapolres Tegal Kota 

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, rombongan jemaah calon haji Kota Tegal tahun 1447 Hijriah dengan ini resmi saya nyatakan diberangkatkan,” ujar Wali Kota saat melepas rombongan.

Selasa, 21 April 2026

Ratusan Personel Gabungan Ikuti Simulasi Pengamanan, Polres Tegal Kota Siap Hadapi Berbagai Situasi

Kota Tegal — Polres Tegal Kota menggelar Tactical Floor Game (TFG) yang dirangkaikan dengan pelatihan dan simulasi penanganan aksi penyampaian pendapat di kawasan Balai Kota Tegal, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Tegal Kota bersama sejumlah instansi terkait sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan. Sekaligus mengantisipasi potensi situasi kontinjensi di lapangan.

Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam rangka kesiapsiagaan dan mitigasi, kami menyamakan persepsi antara Polres dan stake holder. Sehingga setiap kegiatan masyarakat dapat terlayani dengan pola yang sama dan terkoordinasi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang solid antar petugas di lapangan menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. Terutama saat kegiatan masyarakat melibatkan massa dalam jumlah besar.

Ia menambahkan, pelatihan dan simulasi ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif. Menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day) maupun agenda masyarakat lainnya.

“Simulasi ini untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus di lakukan di lapangan,” jelasnya.

Terkait potensi kerawanan, Kapolres menyebut kondisi wilayah Kota Tegal hingga saat ini relatif aman dan tidak terdapat titik rawan yang signifikan. Hal itu di dukung oleh mekanisme pemberitahuan kegiatan masyarakat yang berjalan baik.

Melalui simulasi ini, Polres Tegal Kota menegaskan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi kontinjensi. Sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Jumat, 17 April 2026

Kapolres Tegal Kota Apresiasi Siskamling Aktif Warga Kemandungan

Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya bersama jajaran pejabat utama Polres mengunjungi Pos Satkamling RT 02 RW 01, Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kamis (16/4/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menegaskan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri yang humanis dan responsif. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan siskamling yang berjalan konsisten.


“Kegiatan di sini sangat luar biasa. Ini menjadi contoh sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres turut mensosialisasikan layanan call center 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam.

“Setiap laporan pasti kami respons. Layanan ini mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian atau meminta informasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 01, Andi Citra Pamungkas, mengatakan kegiatan siskamling di wilayahnya telah berjalan rutin setiap malam dengan melibatkan empat warga dalam setiap regu ronda.

“Siskamling berjalan aktif tiap malam. Warga juga berpartisipasi lewat iuran jimpitan untuk mendukung kebutuhan ronda,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga telah menyiapkan berbagai perlengkapan seperti rompi dan alat ronda, serta terus menjaga kekompakan antarwarga.

“Kami bersyukur warga tetap guyub dan rukun. Pos ronda ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan,” katanya.

Tokoh agama setempat, Zaenal Mustakim, menilai kegiatan siskamling tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

“Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” ujarnya.

Ia juga menyebut adanya program sosial berupa bantuan beras bagi warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian di lingkungan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama warga serta simulasi penggunaan layanan call center 110 guna meningkatkan pemahaman masyarakat. 

Kamis, 16 April 2026

Literasi Digital Meningkat, Polres Tegal Kota Ajak Siswa Bijak Gunakan AI

Kota Tegal, Polres Tegal Kota melaksanakan sosialisasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kepada pelajar di SMK PGRI dan SMA Al Irsyad Kota Tegal, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menyasar pelajar sebagai pengguna aktif teknologi digital. Sosialisasi menghadirkan narasumber serta personel Polres yang telah mengikuti Training of Trainers (ToT) dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Kasat Binmas Polres Tegal Kota, AKP Rekso Pranoto, mengatakan Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar terhadap penggunaan AI serta literasi digital.

“Kecerdasan buatan di gunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir pelajar,” tegasnya.

Menurutnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan hanya berfungsi sebagai alat bantu. Dan berharap teknologi tersebut dapat di manfaatkan para pelajar untuk hal-hal positip bukan sebaliknya

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa para pelajar tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat belajar, menjunjung tinggi kejujuran. Serta mampu menghasilkan karya secara mandiri.

“Pelajar harus tetap menjaga semangat belajar, kejujuran, dan kemampuan dalam menghasilkan karya,” pungkasnya.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Polda Jawa Tengah, Polres jajaran, dan Mafindo dalam peningkatan literasi digital.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan AI, pemanfaatan dalam pembelajaran, serta penjelasan dampak positif dan negatif penggunaan teknologi tersebut.

Selasa, 14 April 2026

Gada Pratama 2026 Resmi Dibuka di Tegal, Peserta Dituntut Serius Serap Materi dan Tingkatkan Attitude

  

Kota Tegal - Ratusan peserta memadati Kampus SUPM Negeri Tegal dalam pembukaan Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Tingkat Polda Jawa Tengah Tahun 2026, Rabu (15/4/2026).

Diklat Satpam yang diselenggarakan BUJP PT Surya Artha Wiguna ini dibuka oleh Kasubdit Binkamsa Ditbinmas Polda Jawa Tengah, AKBP Metta Toliu, sebagai langkah untuk menyiapkan tenaga pengamanan yang profesional.

Dalam sambutannya, AKBP Metta menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum penting untuk membangun kualitas diri para peserta. “Ini kesempatan yang tidak semua orang dapatkan. Manfaatkan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa selama 140 jam pelatihan, peserta dituntut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga serius dalam menyerap setiap materi yang diberikan. “Apa yang diajarkan instruktur adalah bekal utama. Bukan untuk dihafal, tapi untuk diterapkan di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa satuan pengamanan memiliki peran strategis dengan kewenangan terbatas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja, sehingga kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan sikap profesional.

Metta juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama bertugas. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis semata. “Attitude menentukan. Cara bersikap, cara berinteraksi, itu yang akan dinilai,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, ia berharap pelatihan ini dapat membawa perubahan nyata bagi para peserta. “Harus ada peningkatan. Setelah pelatihan ini, kalian harus lebih siap, lebih disiplin, dan lebih profesional,” tandasnya.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian pelatihan, sehingga dapat menyelesaikan seluruh proses dengan baik dan kembali ke dunia kerja dengan hasil yang maksimal.

Jumat, 10 April 2026

Jumat Curhat di Pantai Alam Indah, Polres Tegal Kota Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Pesisir


Kota Tegal – Polres Tegal Kota kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat pesisir di kawasan Pantai Alam Indah (PAI), Kota Tegal, Jumat (10/4/2026), sebagai sarana memperkuat komunikasi sekaligus menampung aspirasi masyarakat terkait keamanan dan ketertiban.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya, Pokdarwis Pantai Alam Indah, SAR Arnavat, serta masyarakat pesisir sekitar Pantai Alam Indah.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa Jumat Curhat merupakan ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Untuk membahas berbagai hal terkait tugas kepolisian. Khususnya dalam menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk bertemu langsung dan berdiskusi santai dengan masyarakat mengenai upaya menjaga keamanan di Pantai Alam Indah,” ujar AKBP Heru.

Ia juga menyebutkan bahwa kawasan tersebut memiliki kedekatan tersendiri baginya dan sering di manfaatkan sebagai lokasi berolahraga.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga kamtibmas. Menurutnya, keamanan tidak dapat terwujud tanpa dukungan berbagai pihak, baik instansi terkait maupun masyarakat.

“Kami membutuhkan masukan dari masyarakat karena menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Layanan Call Center 110

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan call center Polri 110 yang tersedia 24 jam secara gratis. Untuk melaporkan berbagai informasi maupun gangguan kamtibmas. Ia menegaskan bahwa setiap laporan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian terdekat.

Selain itu, masyarakat juga di imbau untuk berkoordinasi dengan personel Polairud dan Bhabinkamtibmas jika menemui permasalahan di kawasan wisata.

Pada sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya pengaturan ulang jalur masuk di pintu PAI agar di arahkan ke sisi barat. Guna pemerataan pedagang, serta rencana pembangunan posko SAR Arnavat di kawasan Pantai Pulokodok.

Warga juga mengajukan pertanyaan terkait layanan kepolisian, seperti perpanjangan SIM yang telah habis masa berlaku dan ketentuan batas usia dalam perpanjangan SIM.

Harapannya melalui kegiatan Jumat Curhat ini, terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat. Serta tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di kawasan Pantai Alam Indah, Kota Tegal.

Kamis, 09 April 2026

Siapkan Generasi Melek Teknologi, Polres Tegal Kota Kenalkan AI kepada Pelajar SMA/SMK

 

Kota Tegal — Upaya menyiapkan generasi muda menghadapi era digital terus di perkuat. Polres Tegal Kota berkolaborasi dengan AI ASEAN/Mafindo menggelar pelatihan “AI Ready ASEAN” bagi pelajar SMA dan SMK di Aula SMA Negeri 2 Tegal, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami kecerdasan buatan (AI) secara komprehensif. Mulai dari konsep dasar, etika penggunaan teknologi, hingga praktik melalui Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka pelatihan

“AI telah mengubah cara kita belajar, bekerja, hingga berinteraksi. Karena itu, pelajar harus siap dan mampu memanfaatkannya secara bijak,” ujarnya.

Menurutnya, AI bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas jika di gunakan secara tepat.

“AI tidak menggantikan manusia. Justru menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan berpikir, berkreasi, dan berinovasi,” tegasnya kembali

Ia pun mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pelajar di dorong memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, seperti mendukung pembelajaran, riset, dan pengembangan kreativitas. Serta menghindari praktik penyalahgunaan seperti plagiarisme.

“Jadikan AI sebagai pemicu ide, bukan pengganti proses berpikir,” imbuhnya.

Lebih jauh, Kapolres juga menyoroti peran penting para pendidik dalam mengawal pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah agar tetap berada pada koridor yang tepat dan produktif.

Apresiasi Pihak Sekolah

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tegal, Uti Bisnuharti mengapresiasi terselenggaranya program tersebut yang di nilai memberikan wawasan baru bagi para pelajar.

“Program ini membantu siswa lebih bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi AI, sekaligus mampu memilah dampak positif dan negatifnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal itu juga di perkuat melalui dukungan Bank Indonesia lewat program “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang menanamkan pemahaman nilai kebangsaan kepada para pelajar.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi digital siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang adaptif, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Jumat, 03 April 2026

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Debong Tengah Hangus Dilalap Api

  

Kota Tegal - Kebakaran melanda rumah milik Khairi Isnawati (47), warga Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.20 WIB saat seorang saksi mencium bau benda terbakar dari dalam rumah. Saat di lakukan pengecekan, api di ketahui telah muncul di lantai dua bangunan.

Saksi kemudian segera memanggil penghuni rumah untuk keluar, sementara warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar Kota Tegal yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Api berhasil di kendalikan dengan cepat sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Sigit Pasono, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

“Petugas segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP serta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap saksi,” ujarnya di lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban mengalami kerugian materiil berupa perabot rumah tangga, pakaian, dan sejumlah surat berharga dengan total ditaksir sekitar Rp10 juta.

Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama dari penggunaan peralatan elektronik di rumah,” tegas Kompol Sigit.

Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan dan memastikan kondisi lokasi dalam keadaan aman.

Kamis, 02 April 2026

Polres Tegal Kota Sterilisasi Gereja, 350 Personel Disiagakan Jelang Tri Hari Suci Paskah

   

Kota Tegal — Polres Tegal Kota melakukan sterilisasi sejumlah gereja dan tempat ibadah menjelang rangkaian Tri Hari Suci Paskah 2026, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini sebagai upaya untuk memastikan keamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah.

Sterilisasi dilakukan oleh personel Satsamapta dengan dukungan Unit K9. Petugas menyisir area gereja menggunakan metal detector serta anjing pelacak, mulai dari bagian dalam hingga lingkungan sekitar.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, mengatakan sterilisasi merupakan langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan keamanan.

“Kami pastikan seluruh gereja dan tempat ibadah dalam kondisi aman sebelum digunakan. Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat selama ibadah Tri Hari Suci,” ujarnya.

Selain sterilisasi, polisi juga menyiagakan sedikitnya 350 personel untuk pengamanan di berbagai titik.

“Personel kami sebar tidak hanya di gereja, tetapi juga di ruas jalan, objek wisata, dan pusat-pusat keramaian masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pengamanan ini untuk menjaga situasi tetap kondusif, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama perayaan keagamaan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang,” tegasnya.

Langkah pengamanan ini mendapat apresiasi dari pihak gereja. Pendeta Simon dari GPDI Mahanaim Tegal menyampaikan terima kasih atas kehadiran aparat kepolisian.

“Kami sangat berterima kasih atas sterilisasi yang di lakukan. Ini memberikan rasa aman bagi jemaat dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran polisi menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Hal serupa di sampaikan Romo Subagyo dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tegal.

“Dengan adanya sterilisasi ini, kami merasa lebih yakin dan nyaman dalam melaksanakan rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah,” katanya.

Rangkaian Tri Hari Suci Paskah di mulai dari Kamis Putih, di lanjutkan Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Harapannya dengan pengamanan yang telah di lakukan, seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan khidmat.

Selasa, 31 Maret 2026

Seleksi Anggota Polri 2026, Polres Tegal Kota Libatkan Eksternal Awasi Rekrutmen Polri

Kota Tegal - Panitia Bantuan Penerimaan (Panbanrim) Polres Tegal Kota menandai di mulainya seleksi terpadu calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dengan penandatanganan pakta integritas di Gedung Deviacita Mapolres Tegal Kota, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini di gelar secara serentak di seluruh Polres se-Jawa Tengah melalui Zoom Meeting. Melibatkan panitia, pengawas eksternal, orang tua peserta, dan calon anggota Polri. Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan serta menjamin keterbukaan sejak awal proses seleksi.

Kapolda Jawa Tengah melalui Karo SDM Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas menjadi bukti komitmen bersama. Untuk menjaga proses seleksi tetap jujur dan transparan.

“Ini adalah tahap awal sekaligus komitmen bersama agar seluruh proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya. Ia menekankan bahwa semua tahapan seleksi mengedepankan prinsip clear and clean serta bebas dari praktik kecurangan.

“Keberhasilan peserta di tentukan oleh kemampuan masing-masing. Penerimaan anggota Polri tidak di pungut biaya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya pihak yang menjanjikan kelulusan dan meminta pengawas untuk aktif melaporkan setiap indikasi pelanggaran.

“Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan jaga integritas. Keberhasilan hanya dapat di raih dengan usaha dan doa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panbanrim Polres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas ini merupakan wujud komitmen panitia. Dalam menjalankan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Langkah ini menunjukkan tekad kami untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan objektif dan dapat di pertanggungjawabkan,” katanya.

AKBP Heru menambahkan bahwa Panbanrim di tingkat Polres bertugas melakukan verifikasi awal data dan berkas pendaftar sebelum di teruskan ke tingkat Polda.

Untuk menjaga keterbukaan dan integritas, proses seleksi juga melibatkan pihak eksternal. Seperti Disdukcapil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, serta LSM,” tambahnya.

Dengan pengawasan dari berbagai pihak, panitia berharap seluruh tahapan seleksi dapat berjalan lancar, adil, dan transparan.

Senin, 30 Maret 2026

Dari Sumurpanggang ke Margadana: Polres Tegal Kota Perkuat Kehadiran di Jalur Strategis Pantura

  

Kota Tegal, Polres Tegal Kota resmi mengukuhkan perubahan nama Polsek Sumurpanggang menjadi Polsek Margadana. Peresmian secara langsung oleh Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, di Mapolsek Margadana, Senin (30/3/2026).

Perubahan nomenklatur tersebut merujuk pada Keputusan Kapolda Jawa Tengah Nomor KEP/316/II/2026 tertanggal 19 Februari 2026. Kapolres menegaskan, langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari strategi peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, proses perubahan telah berlangsung sejak 2023 dan melalui tahapan verifikasi yang panjang sebelum akhirnya di sahkan. “Ini bagian dari optimalisasi pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.


Kapolres menekankan, perubahan ini harus di maknai sebagai momentum menghadirkan semangat baru di tubuh Polsek Margadana. Ia mendorong seluruh personel untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Ini semangat baru—semangat hadir ditengah masyarakat. Polsek Margadana harus lebih humanis, adaptif, berdedikasi, berintegritas, dan responsif agar kamtibmas tetap terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyoroti posisi strategis wilayah Margadana yang berada di jalur arteri Pantura dengan mobilitas tinggi. Kondisi ini menuntut kehadiran aparat kepolisian yang kuat dan sigap dalam menjaga stabilitas keamanan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, serta tokoh masyarakat dan agama menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.


Di sisi lain, Kapolres memastikan perubahan nomenklatur ini akan segera di sosialisasikan kepada masyarakat agar seluruh pelayanan kepolisian dapat berjalan lebih efektif.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kami optimistis keamanan dan ketertiban dapat terwujud secara optimal. Perubahan ini juga akan segera kami sosialisasikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Polsek Margadana dipimpin oleh perwira berpangkat Komisaris Polisi, yang diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan tugas kepolisian secara lebih profesional di wilayah tersebut.





Hadapi Potensi Kontinjensi, Polres Tegal Kota Matangkan Pengamanan dengan Pendekatan Humanis

  

Kota Tegal — Menyikapi perkembangan situasi serta menghadapi potensi kontinjensi, Polres Tegal Kota mematangkan kesiapan pengamanan. Salah satunya melalui apel kesiapan dan pengecekan Tim Negosiator yang di gelar di halaman Mapolres Tegal Kota, Senin (30/3/2026).

Langkah ini sebagai upaya untuk mengantisipasi potensi unjuk rasa, dengan mengedepankan pendekatan persuasif melalui Tim Negosiator sebagai garda terdepan dalam berkomunikasi dengan massa aksi.

Wakapolres Tegal Kota, Kompol Wahdah Maulidiawati, menyampaikan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib.

“Pengamanan kami siapkan secara terpadu dengan mengedepankan langkah preventif dan humanis. Tim negosiator menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi yang efektif dengan peserta aksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh personel untuk melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan mengedepankan sikap profesional dan tidak terpancing provokasi.

“Kami tekankan agar seluruh anggota bertindak humanis dan profesional, sehingga penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wahdah menambahkan bahwa sinergi antar satuan menjadi kunci dalam pengamanan. Setiap tim memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari negosiasi, pengendalian massa, hingga penegakan hukum.

“Kolaborasi ini penting agar setiap dinamika di lapangan dapat di respons cepat dan tepat,” tambahnya.

Selain Tim Negosiator, pengamanan juga melibatkan Dalmas awal dan lanjutan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Jika terjadi eskalasi, tim Satreskrim disiagakan untuk langkah penegakan hukum.