Rabu, 28 Oktober 2026

Bukan Hanya Penindakan, Polres Tegal Kota Kedepankan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Kota Tegal – Pengguna jalan di Jalan A. Yani dan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Taman Pancasila, Kota Tegal, mendapat sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 melalui pembagian leaflet dan stiker oleh Satlantas Polres Tegal Kota, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan agar pengendara mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sosialisasi juga menyasar komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya untuk melayani masyarakat. Melalui pembagian materi edukasi tersebut, petugas mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Stephanie Sumbung mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan, melengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendara. Serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya melalui penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga edukasi dan pencegahan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Melalui sosialisasi ini, Satlantas Polres Tegal Kota mengajak pengguna jalan, termasuk pengemudi ojol. Untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan sebagai bagian dari aktivitas berkendara sehari-hari.

Selasa, 27 Oktober 2026

Dengar Keluhan Warga, Kapolres Tegal Kota Perkuat Komunikasi Jaga Keamanan Lingkungan

  


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang bersilaturahmi dengan warga RT 05 RW 04, Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari tawuran antarremaja hingga pelayanan kepolisian dan potensi banjir saat musim hujan.

Kapolres menekankan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia juga meminta jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, aktif menjalin komunikasi dengan warga serta menyampaikan aspirasi dan persoalan di wilayah binaan kepada pimpinan untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

“Jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, mengetahui persoalan di wilayah binaan, serta menyampaikan aspirasi dan keluhan warga untuk dikoordinasikan lebih lanjut,” ujar AKBP Chris Lolowang.


Kapolres juga menyinggung Operasi Patuh sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Masyarakat di ingatkan untuk menaati peraturan lalu lintas guna menjaga keselamatan di jalan raya.

Selain itu, Kapolres mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polisi 110 apabila mengetahui atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

"Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian," tegasnya

Dalam sesi dialog, warga menyoroti tawuran di wilayah perbatasan Tunon. mereka menyampaikan perlunya upaya pencegahan dan patroli serta penguatan peran Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 04, Rojikin, menyampaikan perizinan usaha rumah kos dengan sistem sewa per jam. Warga juga menyampaikan masukan terkait pelayanan kepolisian dan kekhawatiran terhadap potensi banjir saat musim hujan.

Warga turut menyampaikan rencana kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air pada Jumat mendatang.

Sejumlah pejabat dan personel Polres dari satuan terkait turut hadir. Aspirasi yang di sampaikan warga selanjutnya dikoordinasikan dengan fungsi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Cegah Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Tegal Kota Periksa Hellen’s Night Mart

  


Kota Tegal – Satresnarkoba Polres Tegal Kota menggelar Operasi Daerah Rawan Narkoba di Hellen’s Night Mart Tegal, Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Minggu (25/10) dini hari. Dalam operasi tersebut, 13 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine secara acak, dengan hasil seluruhnya negatif.

Selain tes urine, petugas memeriksa barang bawaan pengunjung dan karyawan. Dari pemeriksaan tersebut, tidak di temukan barang mencurigakan maupun barang yang berkaitan dengan narkoba. Pemeriksaan urine menggunakan alat tes (test kit) yang di tangani oleh personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Tegal Kota.

Kasat Resnarkoba Polres Tegal Kota AKP Ade Priyatna menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta obat-obatan terlarang.

Operasi ini juga di arahkan untuk memantau lokasi sasaran sekaligus mendorong pemulihan kawasan rawan narkoba melalui langkah pencegahan dan pengawasan.

 


“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat dan ruang gerak peredaran gelap narkoba semakin sempit,” ujar AKP Ade Priyatna saat memberikan keterangan di Mapolres Tegal Kota, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ade, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengelola tempat usaha. Sinergi dan koordinasi di nilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian atau instansi terkait. Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba.

Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan Polres Tegal Kota bersama Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tegal. Sebagai bagian dari sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kota Tegal.

Senin, 26 Oktober 2026

Tekan Risiko Kecelakaan, Satgas Gakkum Polres Tegal Kota Intensifkan Patroli Lalu Lintas

  


Kota Tegal – Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Patuh Candi 2026 Polres Tegal Kota menggelar patroli dengan metode hunting system untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Tegal, Selasa (27/10/2026). Petugas menyasar pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendokumentasikan pelanggaran melalui pemotretan sebagai bukti untuk proses penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan kepada pengendara sebagai upaya edukasi agar lebih disiplin dan tidak mengulangi pelanggaran.

Pengawasan menyasar Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah pelanggaran kasatmata tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota selaku Kasatgas Gakkum Ops Patuh Candi 2026, Ipda Agung Laksana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

“Satgas Gakkum melaksanakan kegiatan hunting system di beberapa ruas jalan di Kota Tegal, meliputi Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sasaran kami antara lain pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara,” ujar Ipda Agung Laksana.

 




Ia menjelaskan, petugas mendokumentasikan pelanggaran untuk mendukung proses penindakan melalui ETLE. Sementara itu, teguran lisan menjadi sarana untuk mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami berharap para pengemudi dan pengguna jalan semakin tertib, sopan saat berkendara, serta selalu mengutamakan keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan,” tambahnya.

Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas juga di sampaikan Yamin, warga Kelurahan Kejambon. Ia mengaku prihatin karena masih menemukan pengendara yang sengaja melawan arus di sekitar tempat tinggalnya. Menurutnya, perilaku tersebut membahayakan pengguna jalan lain dan bahkan pernah berujung pada kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Saya prihatin karena masih ada pengendara yang sengaja melawan arus. Padahal, tindakan itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan. Saya berharap pengendara semakin tertib, tidak melawan arus, dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama,” ungkap Yamin.

Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi ini, Polres Tegal Kota mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm berstandar SNI, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.

Kepatuhan berlalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan situasi lalu lintas di Kota Tegal semakin aman, tertib, dan lancar.

Minggu, 25 Oktober 2026

Polres Tegal Kota Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026, Kedepankan Upaya Preventif

  

x

Kota Tegal – Polres Tegal Kota menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2026 di halaman Mapolres Tegal Kota, Senin (26/10/2026).

Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

Dalam apel tersebut, Wakapolres Tegal Kota Kompol Indra Hartono membacakan amanat Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang. Operasi tahun ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

Dalam amanatnya di sampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tegal Kota pada Januari hingga September 2026 turun 34,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan selisih 119 kejadian.

Meski demikian, upaya pencegahan tetap di lakukan melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas, patroli pada jam rawan, serta koordinasi dengan instansi terkait. Penindakan juga di lakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.



Kompol Indra Hartono mengatakan Operasi Patuh Candi 2026 mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif, dengan prioritas pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan teguran kepada pengguna jalan.

“Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, kami mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan represif. Namun, kami lebih memprioritaskan kegiatan preventif melalui sosialisasi dan teguran,” ujarnya.

Ia berharap, pelaksanaan operasi tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Harapannya, masyarakat semakin tertib berlalu lintas, angka pelanggaran menurun, dan keselamatan pengguna jalan semakin terjaga,” kata Kompol Indra Hartono.

Melalui operasi ini, masyarakat di imbau untuk mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi persyaratan dan perlengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kapolres Tegal Kota Sambangi Jemaat GPdi Mahanaim, Tampung Aspirasi Warga


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang hadir di tengah jemaat Gereja GPDI Mahanaim, Jalan Kapten Ismail, Kota Tegal, saat ibadah Minggu pagi, Minggu (25/10/2026)

Selain bersilaturahmi, ia juga berdialog dengan jemaat untuk mendengar masukan dan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan yang di kemas melalui Minggu Kasih tersebut, Kapolres mengatakan bahwa kepolisian terbuka terhadap permasalahan yang di sampaikan masyarakat.

“Selain berkenalan, kami juga menampung berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar AKBP Chris Lolowang

Ia menjelaskan, sebelum berkunjung ke GPDI Mahanaim, ia telah bertemu dengan sejumlah pendeta di ruang kerjanya maupun di ruang kerja Wali Kota Tegal. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua Panitia Natal 2026.

Sebagai pejabat yang baru bertugas di Kota Tegal, Kapolres meminta dukungan dan doa dari jemaat agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Kami orang baru di Kota Tegal, tentu membutuhkan dukungan dari Bapak, Ibu, dan saudara sekalian. Mohon doanya agar kami bisa menjalankan amanah sebagai anggota Polri dengan baik dan memberikan manfaat bagi jemaat GPDI Mahanaim serta masyarakat Kota Tegal,” katanya.

Kehadiran kepolisian juga terlihat melalui pelayanan personel di sekitar gereja. Sejumlah anggota membantu mengatur lalu lintas dan aktivitas jemaat. Termasuk memberikan bantuan kepada jemaat lanjut usia serta warga yang membutuhkan pendampingan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Tegal Kota menghadirkan pelayanan kepolisian secara langsung di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Sejumlah Jabatan Penting Polres Tegal Kota Berganti, Ini Pejabat Barunya

 


Kota Tegal – Sejumlah jabatan penting di lingkungan Polres Tegal Kota mengalami pergantian pejabat. Serah terima jabatan yang di pimpin Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang berlangsung di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Jumat (23/10/2026), mencakup empat posisi, yakni Kabag SDM, Kasatlantas, Kasatreskrim, dan Kasatsamapta.

Pada jabatan Kabag SDM, AKP Damin di percaya mengisi posisi yang kosong setelah pejabat sebelumnya, AKBP Purn. Pujiningsih, memasuki masa purna tugas. Sebelum bertugas di Polres Tegal Kota, AKP Damin menjabat Kapolsek Jatinom, Polresta Klaten.

Jabatan Kasatlantas kini di emban AKP Shanice Stephanie Sumbung, yang sebelumnya menjabat Kasatbinmas Polres Jepara. Ia menggantikan AKP Sujit Munandar yang mendapat penugasan di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, AKP Slamet Sugiharto menjabat Kasatreskrim menggantikan AKP Husen Asnawi yang berpindah tugas ke Polres Pekalongan Kota. Sebelumnya, AKP Slamet menjabat Kasatsamapta Polres Tegal Kota.

Adapun jabatan Kasatsamapta kini di emban AKP Sakmadi, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pagerbarang, Polres Tegal.

 


Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengatakan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran jabatan. Ia meminta para pejabat baru segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Intinya penyegaran. Mutasi merupakan hal yang biasa di kepolisian. Harapannya, pejabat yang baru bisa segera menyesuaikan diri,” kata AKBP Chris Lolowang

Ia juga meminta para pejabat baru segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing serta mendukung pelaksanaan program prioritas Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawabnya..

Kapolres menegaskan, berbagai laporan dan aspirasi masyarakat menjadi perhatian Polres Tegal Kota. Sejumlah persoalan, mulai dari parkir, balap liar, kenakalan remaja hingga aktivitas usaha di kawasan Alun-alun Kota Tegal, akan di koordinasikan bersama pemangku kepentingan terkait.

“Semua laporan dari masyarakat menjadi atensi kami. Nantinya, persoalan yang ada akan kami koordinasikan dengan stakeholder terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” pungkasnya

Jumat, 23 Oktober 2026

Sentuh Anak Pesisir, Satpolairud Polres Tegal Kota Kenalkan Kapal Patroli dan Edukasi Keselamatan Laut

Kota Tegal – Wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, Satpolairud Polres Tegal Kota bersama personel Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah yang tengah melaksanakan penugasan wilayah Tegal menggelar kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di Pelabuhan Pelindo II Tegal, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menyasar anak-anak pesisir, khususnya anak-anak keluarga nelayan yang belum memperoleh akses pendidikan formal. Melalui program tersebut, Polri berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan pengetahuan tentang keselamatan laut dan memotivasi anak-anak agar tetap memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian perairan mengajak anak-anak mengenal kapal patroli, mulai dari fungsi kapal, berbagai perlengkapan, hingga sarana pendukung operasional kepolisian perairan. Anak-anak juga mendapatkan edukasi mengenai beragam alat keselamatan laut, seperti pelampung keselamatan (life jacket), pelampung cincin (ring buoy), serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Petugas turut memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama bagi masyarakat pesisir dan keluarga nelayan yang sehari-hari memiliki kedekatan dengan lingkungan perairan. Melalui pengenalan secara langsung tersebut, anak-anak diharapkan lebih memahami fungsi perlengkapan keselamatan dan pentingnya melindungi diri saat berada di laut.

Tak sekadar memberikan edukasi, personel Polri juga membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pesan-pesan motivasi. Mereka diajak untuk tetap berani bermimpi, menjaga semangat belajar, dan tidak mudah menyerah meskipun menghadapi keterbatasan.

Kasatpolairud Polres Tegal Kota, Iptu Ahmad Silahuddin, mengatakan bahwa kegiatan Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan anak-anak pesisir yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat perairan. Tetapi juga memberikan perhatian kepada anak-anak nelayan. Mereka memiliki potensi dan cita-cita yang harus terus di dukung. Kami berharap keterbatasan yang mereka hadapi tidak memadamkan semangat untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Iptu Silahuddin.

Tak Sekadar Jaga Laut, Polri Hadir Memberi Motivasi dan Ruang Belajar bagi Anak-Anak Nelayan

Ia menambahkan, pengenalan kapal patroli dan perlengkapan keselamatan laut menjadi sarana pembelajaran langsung yang dapat menambah wawasan anak-anak. Sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang keselamatan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kehadiran Polri juga membawa manfaat bagi pendidikan dan kehidupan mereka. Semoga kegiatan sederhana ini dapat memberikan pengalaman berharga, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memotivasi mereka untuk terus mengejar cita-cita,” tambahnya.

Manfaat kegiatan tersebut juga di rasakan oleh Dika, salah satu anak pesisir warga Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Dika mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia di ketahui sempat mengenyam pendidikan hingga kelas V sekolah dasar sebelum putus sekolah.

Bagi Dika, kesempatan mengenal kapal patroli dan berbagai perlengkapan keselamatan laut menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan pelabuhan bersama personel kepolisian perairan.

“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Saya jadi tahu tentang kapal patroli polisi dan alat-alat keselamatan yang di gunakan saat berada di laut. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengajak kami belajar,” ungkap Dika.

Kisah Dika menjadi pengingat bahwa anak-anak pesisir membutuhkan ruang belajar, perhatian, dan dukungan agar tetap memiliki kesempatan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Polri berupaya mendekatkan pengetahuan kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal.

Sinergi Satpolairud Polres Tegal Kota dan Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah melalui program Polisi Peduli Pendidikan di harapkan dapat memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir. Serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda.

Melalui pendekatan humanis dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Polri terus berupaya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi tumbuhnya generasi penerus bangsa yang berpengetahuan, berkarakter, dan berani meraih cita-cita.

Selasa, 20 Oktober 2026

Kapolres Tegal Kota: Penanganan PGOT Butuh Pendekatan Tepat, Keselamatan Jadi Prioritas

  


Kota Tegal – Penanganan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), membutuhkan pendekatan yang tepat agar petugas dapat menjalankan tugas tanpa membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.

Hal itu di sampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat membuka workshop penanganan PGOT di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Kapolres menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta pemahaman mengenai cara menangani PGOT sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan mengamankan seseorang, tetapi juga memerlukan identifikasi dan pendekatan yang tepat.

“Penanganan PGOT perlu dilakukan bersama-sama dengan menyiapkan waktu dan langkah yang terkoordinasi, sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Tegal tetap terjaga,” ujar AKBP Chris Lolowang

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjalani latihan kerja di Polres Cirebon Kota. Saat itu, persoalan pengemis dan ODGJ menjadi salah satu tantangan yang perlu di tangani. Dari proses identifikasi, petugas mendapati indikasi bahwa sebagian orang yang di amankan berasal dari wilayah kabupaten sekitar.


Pengalaman tersebut, menurut Christian, menunjukkan pentingnya memahami kondisi dan latar belakang persoalan sebelum menentukan langkah penanganan.

Ia turut mengingatkan risiko yang dapat muncul ketika petugas menghadapi ODGJ tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara penanganannya. Dalam sejumlah kejadian, aparat yang bertugas menangani ODGJ juga dapat mengalami serangan fisik.

“Cara penanganan ODGJ dan gelandangan berbeda-beda. Karena itu, petugas perlu memahami pendekatan yang tepat agar penanganan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban, baik dari pihak aparat maupun masyarakat,” katanya.

Melalui workshop tersebut, Christian berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang dapat di terapkan saat menghadapi persoalan PGOT di lapangan. Kolaborasi Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan di nilai penting agar penanganan berjalan terarah sesuai peran masing-masing.

Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang bermanfaat bagi penanganan PGOT, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Tegal yang aman, tertib, dan sejahtera.

Tak Perlu Menunggu Kembali ke Kantor, Petugas Polres Tegal Kota Siapkan LP di TKP

  


Kota Tegal – Petugas kepolisian yang menangani tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Tegal Kota di siapkan untuk membuat laporan polisi (LP) dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi.

Untuk mendukung proses tersebut, petugas di lengkapi laptop dan printer yang terkoneksi dengan sistem di satuan atas. Kesiapan sarana itu di periksa Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat mengecek perlengkapan penanganan awal TKP (TPTKP), Rabu (21/10/2026).

Pemeriksaan meliputi peralatan fungsi Identifikasi dan Lalu Lintas serta perangkat administrasi yang di gunakan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

AKBP Chris Lolowang mengatakan, petugas yang mendatangi lokasi kejadian tidak hanya perlu membawa perlengkapan untuk penanganan awal, tetapi juga sarana untuk mendukung proses administrasi kepolisian di lapangan.

“Tim yang turun ke TKP di lengkapi perlengkapan TPTKP serta sarana untuk membuat laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi. Ini sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah sekaligus sejalan dengan program Quick Wins Kapolri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya


Dalam pengecekan tersebut, ia juga memastikan kesiapan laptop dan printer yang di gunakan untuk pembuatan dokumen kepolisian. Menurutnya, perangkat tersebut telah berfungsi dan terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas.

“Alhamdulillah, seluruh perangkat sudah berjalan lancar. Laptop yang di gunakan juga telah terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas,” kata AKBP Chris Lolowang

Sementara itu, Kapolres menjelaskan, petugas Polsek bertugas melakukan penanganan awal di TKP, termasuk memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.

Adapun pembuatan laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi di lakukan oleh petugas Polres.

Kesiapan personel dan perangkat pendukung ini di harapkan dapat memperlancar penanganan perkara serta membuat pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan efektif," pungkasnya.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat Mengalir dalam Aksi Donor Darah di Tegal


Kota Tegal – Polres Tegal Kota menggelar bakti sosial donor darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal, Selasa (20/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75. Kegiatan ini melibatkan personel Polres, awak media mitra kepolisian, dan masyarakat umum.

Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menambah persediaan darah di PMI Kota Tegal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan transfusi darah.

“Hari ini Humas Polres Tegal Kota menggelar bakti sosial donor darah dalam rangkaian Hari Jadi Humas Polri ke-75. Kegiatan ini melibatkan 100 peserta, mulai dari anggota Polri, rekan-rekan media, hingga masyarakat umum yang turut berpartisipasi,” ujar AKBP Chris Lolowang.


Ia mengatakan, donor darah tersebut merupakan salah satu kegiatan sosial dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75. Sebelumnya Polres Tegal Kota juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Panggung, Kota Tegal.

“Melalui kegiatan donor darah dan penyaluran air bersih ini, kami berharap sinergi antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Semangat Polisi Bersama Masyarakat kami wujudkan melalui kegiatan yang manfaatnya dapat di rasakan langsung oleh warga,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua PWI Kota Tegal, Meiwan Dani, mengapresiasi keterlibatan personel Polri, awak media, dan masyarakat dalam kegiatan donor darah tersebut.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk ikut berpartisipasi dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan seperti ini juga dapat mempererat hubungan dan kerja sama antara Polri dan insan pers,” ujar Meiwan.

Senin, 19 Oktober 2026

Bantu Warga Terdampak Kemarau, Polres Tegal Kota Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih

 



Kota Tegal – Polres Tegal Kota menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga RW 10, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (19/10/2026) untuk membantu memenuhi kebutuhan air di tengah kemarau berkepanjangan.

Bakti sosial yang di gelar Seksi Humas Polres Tegal Kota ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Humas Polri ke-75 bertema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”.

Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Chrisye Lolowang hadir bersama jajaran Polres dan Polsek, Bhabinkamtibmas, awak media, serta unsur pemerintah setempat. Bantuan 10.000 liter air bersih di salurkan melalui dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, bekerja sama dengan PDAM.

Kapolres mengatakan, bantuan tersebut di harapkan dapat meringankan kesulitan warga dalam memperoleh air bersih. Ia juga meminta pemerintah kelurahan berkoordinasi apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan serupa.

“Kami berharap bantuan yang di salurkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Kegiatan seperti ini tidak hanya di laksanakan dalam rangka peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi wujud nyata kesiapsiagaan Polri dalam membantu masyarakat,” kata AKBP Chris Lolowang



Ia menjelaskan, pemerintah kelurahan dapat menyampaikan kebutuhan air bersih melalui Kapolsek Tegal Timur untuk diteruskan kepada Kapolres. Penyaluran lanjutan akan di sesuaikan dengan kebutuhan warga dan kemampuan yang tersedia.

Dirinya menambahkan, kualitas air juga menjadi perhatian agar bantuan yang di berikan layak di gunakan masyarakat.

Sementara itu Lurah Panggung, Rokhiman, mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus di lakukan untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Kami juga berharap ke depan semakin banyak kegiatan dari Polres Tegal Kota maupun Polsek Tegal Timur yang menyasar langsung masyarakat, khususnya warga Kelurahan Panggung,” ujar Rokhiman.

Salah seorang warga RW 10 Kelurahan Panggung, Widyo Utomo, turut menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami warga di wilayah ini mendapat bantuan air bersih dari Polres Tegal Kota. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama dalam menghadapi kondisi kemarau dan kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Widyo.

Kapolres Tegal Kota: Narkoba Bukan Jalan Keluar dari Permasalahan

  

Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengingatkan pelajar SMA Negeri 3 Tegal agar menjauhi narkoba dan tidak mudah terpengaruh pergaulan yang berisiko. Pesan tersebut di sampaikan saat menjadi pembina upacara di sekolah itu, Senin (19/10/2026).

“Narkoba bukan jalan keluar dari permasalahan. Narkoba juga bukan sarana untuk menunjukkan keberanian atau sekadar mengikuti gaya dan pergaulan. Dampaknya bisa menyebabkan ketergantungan, mengganggu kesehatan, hingga mengancam jiwa,” kata AKBP Chris Lolowang dalam amanatnya.

Ia meminta para siswa berani menolak ajakan mencoba narkoba, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Pelajar juga diimbau membangun komunikasi dengan orang tua dan guru apabila menghadapi persoalan.

Kapolres turut mengajak pihak sekolah, orang tua, dan para pelajar untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba, warga sekolah di imbau menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman, termasuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.


“Kami ingin pelajar tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, disiplin, dan karakter yang kuat. Gunakan masa muda untuk belajar, berlatih, berkarya, dan membangun masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SMA Negeri 3 Tegal, Istiana Herawati, menyambut baik pembinaan yang di berikan Kapolres Tegal Kota kepada para siswa terkait bahaya narkoba.

Ia menilai sinergi antara sekolah dan kepolisian penting untuk membangun karakter generasi muda sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“SMA Negeri 3 Tegal sangat mendukung program Polri dalam pembinaan siswa terkait bahaya narkoba. Sinergi antara satuan pendidikan dan Polri merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang bebas dari narkoba,” ujar Istiana.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung Kapolres dalam memberikan edukasi kepada siswa. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta semangat Polisi Bersama Masyarakat.