Kota Tegal – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat mendorong Polres Tegal Kota untuk turut membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
Melalui para Master Trainer Polres Tegal Kota, edukasi dan pemahaman tentang AI di berikan kepada 307 siswa SMK Negeri 1 Kota Tegal, Rabu (16/9/2026).
Mengusung semangat “Senopati Academy, Berpikir Kritis, Berkarya Etis”, kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi AI. Tetapi juga membangun kesadaran siswa agar mampu menggunakan AI secara etis, kritis dalam menghadapi informasi digital. Serta memanfaatkannya untuk mendukung proses pembelajaran dan kreativitas.
Materi di kemas dalam empat modul utama, yakni Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, dan AI Prompts 101.
Pada modul Introduction to AI, para siswa di perkenalkan dengan dasar-dasar kecerdasan buatan, cara kerja, serta berbagai pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan.
Selanjutnya, melalui modul Ethical Use of AI, siswa di ajak memahami batasan dan etika dalam penggunaan AI. Teknologi di harapkan menjadi alat bantu yang memberikan manfaat, bukan di gunakan secara sembarangan tanpa mempertimbangkan tanggung jawab dan dampaknya.
Sementara pada modul Fighting Hoax with AI, para siswa di bekali kemampuan untuk lebih kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital. Siswa di dorong untuk tidak mudah percaya terhadap suatu informasi, melakukan verifikasi, serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Adapun modul AI Prompts 101 memberikan pemahaman dasar mengenai cara menyusun instruksi atau prompt yang efektif. Sehingga AI dapat di manfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar, menggali ide, serta menghasilkan karya secara kreatif.
Kabag SDM Polres Tegal Kota AKBP Pujiningsih mengatakan, perkembangan teknologi AI harus di ikuti dengan peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan AI secara bijak, bertanggung jawab dan kritis. AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat, namun penggunaannya tetap harus di sertai etika dan kemampuan. Untuk memverifikasi informasi,” ujar AKBP Pujiningsih.
Menurutnya, edukasi mengenai AI juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki kesadaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di ruang digital.
“Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi menjadi sangat penting. Jangan sampai teknologi justru di gunakan untuk menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Tegal Aman Farikhi, M.Pd., menyambut positif. Pelaksanaan edukasi AI yang di berikan oleh Master Trainer Polres Tegal Kota.
Ia menilai pemahaman mengenai kecerdasan buatan menjadi bekal penting bagi siswa. Mengingat teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal AI dari sisi teknologinya. Tetapi juga memahami etika, tanggung jawab dan cara menggunakannya secara positif . Untuk mendukung pembelajaran,” ungkap Aman Farikhi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa. Sekaligus mendorong mereka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar dan berkarya.
Melalui kegiatan ini, Polres Tegal Kota terus mendorong penguatan literasi digital di kalangan pelajar. Edukasi AI di harapkan tidak hanya membuat generasi muda semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tetapi juga mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, kreatif dan bertanggung jawab.
Polres Tegal Kota juga mengajak para pelajar untuk bijak bermedia sosial. Tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar, serta selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain.