Senin, 02 November 2026

Kapolres Tegal Kota Edukasi Pelajar SMA Negeri 4 tentang Hoaks dan Keselamatan Berlalu Lintas

  

Kota Tegal – Polres Tegal Kota melaksanakan program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMA Negeri 4 Kota Tegal, Senin (2/11/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap dunia pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembentukan generasi muda yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki moral dan etika yang baik.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyampaikan amanat kepada para siswa. Ia mengajak seluruh pelajar untuk membangun karakter positif, meningkatkan kedisiplinan, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial.

Kapolres menyoroti bahaya hoaks atau berita bohong yang mudah menyebar di era digital. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan di ruang digital.

“Jangan langsung percaya, jangan langsung bereaksi, dan jangan langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum berbagi, periksa sebelum percaya, dan pikirkan dampak sebelum berkomentar,” demikian pesan Kapolres dalam amanatnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan, merusak nama baik seseorang, memicu perselisihan, hingga mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Karena itu, para siswa di harapkan mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan sekolah dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pengetahuan, prestasi, dan konten positif yang membangun persatuan.


Selain memberikan edukasi tentang literasi digital, Kapolres turut menyosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Para siswa di ingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur dan memiliki SIM, serta menghindari perilaku berbahaya seperti melawan arus dan balap liar.

“Keselamatan berlalu lintas bukan karena takut di tilang, tetapi karena kita peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Saya berharap seluruh siswa menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, disiplin, taat hukum, serta bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Kota Tegal, Istiana Herawati, S.S., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program Polisi Peduli Pendidikan di lingkungan sekolahnya. Ia menilai keterlibatan Polri dalam memberikan edukasi kepada pelajar menjadi bentuk sinergi positif antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia berharap pesan-pesan yang di sampaikan melalui kegiatan tersebut dapat di pahami dan di terapkan oleh para siswa, baik dalam kehidupan sehari-hari, pergaulan di lingkungan sekolah, maupun saat menggunakan media sosial dan berkendara di jalan raya.

Melalui program Polidik, Polres Tegal Kota berupaya memperkuat sinergi dengan satuan pendidikan dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan kepatuhan terhadap hukum sejak dini. Upaya ini di harapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkarakter, bijak bermedia sosial, dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Tegal Kota Kenalkan Tertib Lalu Lintas dan Satwa K-9 kepada 120 Siswa TK

 


Kota Tegal – Sebanyak 120 siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) XI Kota Tegal mengunjungi Polres Tegal Kota, Senin (2/11/2026), dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak yang di gelar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan tugas kepolisian sekaligus menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan di awali dengan penyambutan para siswa oleh personel Satlantas Polres Tegal Kota. Selanjutnya, anak-anak mengikuti kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan mengenal berbagai rambu lalu lintas serta memahami pentingnya mematuhi aturan saat berada di jalan raya.

Dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, petugas memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan di jalan, termasuk pentingnya mengenali rambu dan membiasakan perilaku tertib berlalu lintas sejak dini.

Kegiatan kemudian di lanjutkan dengan pengenalan satwa K-9 atau anjing kepolisian. Para siswa diperkenalkan dengan peran satwa tersebut dalam mendukung tugas kepolisian, sehingga mereka memperoleh wawasan baru mengenai berbagai kemampuan personel Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus di manfaatkan sebagai sarana sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026. Melalui edukasi sejak usia dini, Satlantas Polres Tegal Kota berupaya membangun pemahaman bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan bersama.



Kasat Lantas Polres Tegal Kota melalui Kanit Kamsel, Iptu Yuli Siswanto, mengatakan kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan salah satu upaya mendekatkan Polri dengan anak-anak sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal polisi sebagai sahabat sekaligus memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berjalan kaki maupun ketika berkendara bersama orang tua,” ujar Iptu Yuli Siswanto.

Sementara itu, Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Kota Tegal, Vivi Yuliana, mengapresiasi sambutan hangat Polres Tegal Kota kepada para siswa selama kegiatan outing class berlangsung, mulai dari penjemputan hingga pemulangan.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dari Polres Tegal Kota kepada para siswa selama kegiatan outing class berlangsung, mulai dari penjemputan hingga pemulangan. Ini adalah bukti nyata dari kedekatan Polri dengan anak-anak,” ungkap Vivi Yuliana.

Ia menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa karena mereka dapat mengenal lingkungan kepolisian secara langsung, memperoleh edukasi keselamatan berlalu lintas, serta mengetahui peran satwa K-9 dalam mendukung tugas kepolisian.

Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak yang di rangkaikan dengan sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota berharap dapat menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan dunia pendidikan dan masyarakat.

Sabtu, 31 Oktober 2026

Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Police Art di CFD, Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

 


Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota menggelar kegiatan Police Art di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Kota Tegal, Minggu (1/11/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang berolahraga maupun beraktivitas di kawasan CFD. Personel Satlantas menyampaikan edukasi secara langsung melalui pembagian brosur serta imbauan tertib berlalu lintas dengan pendekatan humanis dan komunikatif.

Materi edukasi meliputi penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, pemakaian sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk melengkapi dokumen berkendara, tidak melawan arus, dan senantiasa mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.


Kasat Lantas Polres Tegal Kota melalui Kanit Kamsel, Iptu Yuli Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan Police Art merupakan upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya budaya tertib berlalu lintas.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk semakin disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan kesadaran setiap pengguna jalan, bukan semata-mata karena adanya petugas atau pelaksanaan operasi kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan edukasi tersebut mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui langkah preemtif dan preventif, kepolisian berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat di tekan.

Satlantas Polres Tegal Kota berharap edukasi yang di sampaikan dapat di terapkan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas dan situasi lalu lintas yang aman, tertib, serta lancar di wilayah Kota Tegal.

Kembali Kunjungi Ulama di Magelang, Wujud Kedekatan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Dengan Tokoh Agama Sejak Awal Masa Jabatan

Polda Jateng, Magelang | Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., terus memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Tengah. Sejak awal menjabat, Kapolda secara konsisten menyempatkan diri bersilaturahmi dengan sejumlah ulama dan tokoh agama berpengaruh di berbagai daerah, khususnya saat melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah Polres jajaran.

Konsistensi tersebut terlihat dari beragam kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan Kapolda ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah selama Oktober 2026. Kunjungan tersebut meliputi Pondok Pesantren Arwaniyyah di Kabupaten Kudus pada 14 Oktober, Pondok Pesantren Darussalam Sempon di Kabupaten Semarang pada 20 Oktober, Pondok Pesantren Nurrun Alannur 2 di Kabupaten Wonosobo pada 21 Oktober, serta Pondok Pesantren Darul Ulum di Kabupaten Batang pada 23 Oktober. Terbaru, Kapolda bersama Wakapolda Brigjen Pol. Andi Herindra Rahmawan dan sejumlah pejabat utama Polda Jateng bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watu Congol, KH. Agus Ali Qoisor, di Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026).

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan kepada ulama dan tokoh agama, tetapi juga sarana dialog untuk mendengarkan aspirasi, bertukar pandangan, serta membahas berbagai persoalan sosial dan keagamaan di masyarakat. Melalui komunikasi tersebut, Kapolda turut menyampaikan arah kebijakan Polda Jateng, khususnya penegakan hukum yang tegas dan profesional, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta pelayanan yang responsif terhadap laporan maupun keluhan masyarakat.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga memohon doa restu dan dukungan para ulama agar pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, dan melayani masyarakat dapat berjalan dengan baik. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen membangun kebersamaan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat sebagaimana semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Kapolda Jateng melalui Kabid Humas Kombes Pol. Yuliyanto menyampaikan bahwa menjaga kondusivitas kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Keterlibatan ulama dan tokoh agama di nilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat kerukunan, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat. Melalui keteladanan, nasihat, dan pengaruh sosial yang di miliki, para tokoh agama dapat menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

"Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi dengan ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang harmonis dan kondusif. Melalui komunikasi dan kebersamaan, berbagai persoalan di masyarakat dapat di deteksi dan di carikan solusi bersama," ungkapnya.

Jumat, 30 Oktober 2026

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Tegal Kota Gencarkan Edukasi Keselamatan

  


Tegal Kota – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal Kota memasang sejumlah spanduk dan banner imbauan tertib berlalu lintas di sejumlah titik strategis, termasuk lokasi yang di nilai rawan kecelakaan lalu lintas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi masyarakat dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026.

Media imbauan di pasang di lokasi yang mudah terlihat oleh pengendara. Pesan yang di sampaikan berkaitan dengan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran dalam berkendara.

Kanit Kamsel Lantas, Iptu Yuli Siswanto, Sabtu (31/10/2026), mengatakan pemasangan banner tersebut merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kewajiban pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kesadaran untuk tertib berlalu lintas perlu di bangun secara kolektif di tengah masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan merupakan cerminan budaya bangsa sekaligus kebutuhan mendasar dalam aktivitas sehari-hari," kata Iptu Yuli

Ia menambahkan, edukasi melalui media spanduk dan banner juga di arahkan untuk menekan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan, terutama pelanggaran yang dapat terlihat secara langsung di jalan raya.


"Tujuannya untuk menekan dan meminimalisasi potensi pelanggaran kasatmata yang kerap menjadi salah satu pemicu kecelakaan fatal di jalan raya," ujarnya.

Pemasangan imbauan tersebut juga berkaitan dengan upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Melalui pesan-pesan keselamatan yang di pasang di sejumlah ruas jalan, pengguna jalan di ingatkan untuk mematuhi rambu, memperhatikan kondisi lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Cegah Kecelakaan Malam Hari, Polres Tegal Kota Pasang Stiker Fosfor pada Truk

  


Kota Tegal – Dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas dengan menyasar kendaraan bermotor (KBM) barang yang memiliki lampu belakang atau stop lamp mati maupun redup di Jalan Gajahmada, Kota Tegal, Jumat (30/10/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menghentikan kendaraan yang menjadi sasaran untuk memeriksa kondisi lampu belakang. Sebagai langkah preventif, petugas kemudian memasang stiker fosfor berwarna merah pada bagian belakang kendaraan agar lebih mudah terlihat oleh pengendara lain, terutama saat malam hari.

Pemasangan stiker fosfor bertujuan meningkatkan visibilitas kendaraan barang di jalan, khususnya ketika lampu belakang tidak berfungsi optimal. Upaya ini di harapkan dapat meminimalisir risiko tabrakan dari arah belakang sekaligus menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Tegal Kota melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota, Ipda Agung Laksana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap pentingnya kondisi teknis kendaraan demi keselamatan bersama.


“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau para pengemudi kendaraan barang agar selalu memastikan lampu belakang berfungsi dengan baik. Pemasangan stiker fosfor menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya, khususnya pada malam hari, sehingga risiko kecelakaan dapat di minimalisir,” ujar Ipda Agung Laksana.

Ia menambahkan, pengemudi hendaknya tidak hanya memperhatikan kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan seluruh komponen kendaraan berfungsi optimal sebelum melakukan perjalanan. Kondisi kendaraan yang laik jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan berlalu lintas.

Melalui sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menekan risiko kecelakaan yang berakibat fatal.

Polres Tegal Kota mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Pastikan Keselamatan Angkutan Umum, Polres Tegal Kota Gelar Ramp Check di Terminal

  

Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Dokkes Polres Tegal Kota, dan Kementerian Perhubungan menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) serta kesehatan pengemudi di Terminal Bus Kota Tegal, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026.

Dalam pemeriksaan kendaraan, petugas mengecek sistem pengereman, kondisi ban, lampu, wiper, klakson, dan fasilitas keselamatan darurat. Petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan dan dokumen pengemudi, meliputi STNK, buku uji berkala (KIR), serta SIM sesuai jenis kendaraan.

Selain itu, Sidokkes Polres Tegal Kota memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada sopir dan calon penumpang bus. Petugas juga membagikan vitamin kepada peserta pemeriksaan.

 

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Stephanie Sumbung mengatakan, pemeriksaan tersebut mencakup dua aspek, yakni kondisi teknis kendaraan dan kesiapan kesehatan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kendaraan angkutan umum memenuhi persyaratan keselamatan dan pengemudinya berada dalam kondisi yang mendukung keselamatan perjalanan. Kami mengimbau para sopir agar selalu mengutamakan keselamatan, memeriksa kendaraan sebelum berangkat, serta tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengelola perusahaan otobus (PO) agar melakukan perawatan armada secara berkala serta memastikan pengemudi memiliki kompetensi dan SIM sesuai ketentuan.

Apabila ditemukan kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, petugas akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing instansi.

Pemeriksaan kendaraan dan kesehatan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Operasi Patuh Candi 2026 yang menyasar keselamatan angkutan umum, termasuk kelayakan armada dan kondisi pengemudi.

HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Tegal Kota Pererat Sinergi dengan Wartawan

  


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi dan tasyakuran Hari Jadi Humas Polri ke-75 di RM Dapoer Tempo Doeloe, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut di hadiri Wakapolres Tegal Kota, para pejabat utama (PJU), Ketua PWI Kota Tegal, Ketua IWO Kota Tegal, serta sejumlah wartawan dari media cetak, elektronik, dan online yang menjadi mitra Polres Tegal Kota.

Suasana akrab mewarnai pertemuan tersebut. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Kapolres untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan para awak media.

Dalam sambutannya, AKBP Christian Lolowang menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menyampaikan program kerja, capaian kinerja, serta berbagai upaya Polri dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Menurutnya, setiap program dan capaian kepolisian perlu di komunikasikan dengan baik agar masyarakat mengetahui informasi tersebut dan memahami manfaatnya.

“Program dan prestasi yang baik perlu di sampaikan kepada masyarakat dengan cara yang tepat agar manfaatnya dapat di rasakan. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kemitraan rekan-rekan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar AKBP Christian Lolowang.

Ia juga mengaitkan peran media dengan konsep manajemen 5M, yaitu man, money, method, material, dan market. Dalam hal ini, media menjadi salah satu saluran strategis untuk memperluas jangkauan informasi sehingga program dan kinerja kepolisian dapat di ketahui masyarakat secara lebih luas.

Kapolres berharap insan pers senantiasa mengedepankan prinsip jurnalistik dalam menyajikan pemberitaan, mulai dari akurasi, keberimbangan, hingga tanggung jawab terhadap informasi yang di sampaikan. Sinergi yang baik antara Polri dan media di nilai dapat membantu meluruskan informasi yang tidak tepat sekaligus mendorong penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif bagi masyarakat.

 


Pada momentum peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 tersebut, AKBP Christian Lolowang turut memberikan apresiasi kepada jajaran Seksi Humas Polres Tegal Kota atas dedikasi dan kreativitas dalam mengelola publikasi serta dokumentasi kegiatan kepolisian.

Ia menilai, di tengah di namika tugas dan keterbatasan personel, jajaran Humas tetap berupaya menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan mudah di pahami masyarakat. Kontribusi para wartawan juga menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan pelayanan Polres Tegal Kota.

Kapolres selanjutnya menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Ia meminta seluruh personel, baik di tingkat Polres maupun Polsek, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan wartawan serta menanggapi permintaan konfirmasi secara profesional.

Setiap pertanyaan dan kebutuhan informasi dari media, lanjutnya, perlu di respons secara proporsional dengan tetap memperhatikan kewenangan, ketentuan hukum, serta prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tegal Kota berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin kuat. Komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang berkelanjutan di harapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan di akhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar situasi keamanan dan ketertiban di Kota Tegal senantiasa terjaga. Peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun komunikasi publik yang profesional, transparan, dan humanis.

Kamis, 29 Oktober 2026

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota Sasar Pelajar

  


Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar selama Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan melalui program *Police Goes to School* tersebut menyasar sejumlah sekolah, termasuk pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak (TK).

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Sumbung menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif dalam pelaksanaan operasi, selain penegakan hukum di bidang lalu lintas.

Materi yang disampaikan meliputi kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan helm, serta larangan berkendara secara ugal-ugalan. Para siswa juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Dalam Operasi Patuh Candi 2026, kami melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pelajar. Materi yang disampaikan mencakup tertib berlalu lintas, penggunaan helm, dan pentingnya mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar AKP Shanice, Kamis (29/10/2026)


Selain materi lalu lintas, edukasi di sekolah juga mencakup pencegahan perundungan atau *bullying*. Siswa di imbau untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, tidak melakukan kekerasan, serta menghindari keterlibatan dalam geng sekolah yang dapat memicu tawuran.

Salah satu kegiatan Police Goes to School di laksanakan di SMP Negeri 13 Tegal dengan materi tertib berlalu lintas dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

Rabu, 28 Oktober 2026

Bukan Hanya Penindakan, Polres Tegal Kota Kedepankan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Kota Tegal – Pengguna jalan di Jalan A. Yani dan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Taman Pancasila, Kota Tegal, mendapat sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 melalui pembagian leaflet dan stiker oleh Satlantas Polres Tegal Kota, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan agar pengendara mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sosialisasi juga menyasar komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya untuk melayani masyarakat. Melalui pembagian materi edukasi tersebut, petugas mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Stephanie Sumbung mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan, melengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendara. Serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya melalui penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga edukasi dan pencegahan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Melalui sosialisasi ini, Satlantas Polres Tegal Kota mengajak pengguna jalan, termasuk pengemudi ojol. Untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan sebagai bagian dari aktivitas berkendara sehari-hari.

Selasa, 27 Oktober 2026

Dengar Keluhan Warga, Kapolres Tegal Kota Perkuat Komunikasi Jaga Keamanan Lingkungan

  


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang bersilaturahmi dengan warga RT 05 RW 04, Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari tawuran antarremaja hingga pelayanan kepolisian dan potensi banjir saat musim hujan.

Kapolres menekankan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia juga meminta jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, aktif menjalin komunikasi dengan warga serta menyampaikan aspirasi dan persoalan di wilayah binaan kepada pimpinan untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

“Jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, mengetahui persoalan di wilayah binaan, serta menyampaikan aspirasi dan keluhan warga untuk dikoordinasikan lebih lanjut,” ujar AKBP Chris Lolowang.


Kapolres juga menyinggung Operasi Patuh sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Masyarakat di ingatkan untuk menaati peraturan lalu lintas guna menjaga keselamatan di jalan raya.

Selain itu, Kapolres mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polisi 110 apabila mengetahui atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

"Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian," tegasnya

Dalam sesi dialog, warga menyoroti tawuran di wilayah perbatasan Tunon. mereka menyampaikan perlunya upaya pencegahan dan patroli serta penguatan peran Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 04, Rojikin, menyampaikan perizinan usaha rumah kos dengan sistem sewa per jam. Warga juga menyampaikan masukan terkait pelayanan kepolisian dan kekhawatiran terhadap potensi banjir saat musim hujan.

Warga turut menyampaikan rencana kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air pada Jumat mendatang.

Sejumlah pejabat dan personel Polres dari satuan terkait turut hadir. Aspirasi yang di sampaikan warga selanjutnya dikoordinasikan dengan fungsi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Cegah Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Tegal Kota Periksa Hellen’s Night Mart

  


Kota Tegal – Satresnarkoba Polres Tegal Kota menggelar Operasi Daerah Rawan Narkoba di Hellen’s Night Mart Tegal, Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Minggu (25/10) dini hari. Dalam operasi tersebut, 13 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine secara acak, dengan hasil seluruhnya negatif.

Selain tes urine, petugas memeriksa barang bawaan pengunjung dan karyawan. Dari pemeriksaan tersebut, tidak di temukan barang mencurigakan maupun barang yang berkaitan dengan narkoba. Pemeriksaan urine menggunakan alat tes (test kit) yang di tangani oleh personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Tegal Kota.

Kasat Resnarkoba Polres Tegal Kota AKP Ade Priyatna menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta obat-obatan terlarang.

Operasi ini juga di arahkan untuk memantau lokasi sasaran sekaligus mendorong pemulihan kawasan rawan narkoba melalui langkah pencegahan dan pengawasan.

 


“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat dan ruang gerak peredaran gelap narkoba semakin sempit,” ujar AKP Ade Priyatna saat memberikan keterangan di Mapolres Tegal Kota, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ade, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengelola tempat usaha. Sinergi dan koordinasi di nilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian atau instansi terkait. Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba.

Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan Polres Tegal Kota bersama Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tegal. Sebagai bagian dari sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kota Tegal.

Senin, 26 Oktober 2026

Tekan Risiko Kecelakaan, Satgas Gakkum Polres Tegal Kota Intensifkan Patroli Lalu Lintas

  


Kota Tegal – Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Patuh Candi 2026 Polres Tegal Kota menggelar patroli dengan metode hunting system untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Tegal, Selasa (27/10/2026). Petugas menyasar pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendokumentasikan pelanggaran melalui pemotretan sebagai bukti untuk proses penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan kepada pengendara sebagai upaya edukasi agar lebih disiplin dan tidak mengulangi pelanggaran.

Pengawasan menyasar Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah pelanggaran kasatmata tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota selaku Kasatgas Gakkum Ops Patuh Candi 2026, Ipda Agung Laksana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

“Satgas Gakkum melaksanakan kegiatan hunting system di beberapa ruas jalan di Kota Tegal, meliputi Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sasaran kami antara lain pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara,” ujar Ipda Agung Laksana.

 




Ia menjelaskan, petugas mendokumentasikan pelanggaran untuk mendukung proses penindakan melalui ETLE. Sementara itu, teguran lisan menjadi sarana untuk mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami berharap para pengemudi dan pengguna jalan semakin tertib, sopan saat berkendara, serta selalu mengutamakan keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan,” tambahnya.

Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas juga di sampaikan Yamin, warga Kelurahan Kejambon. Ia mengaku prihatin karena masih menemukan pengendara yang sengaja melawan arus di sekitar tempat tinggalnya. Menurutnya, perilaku tersebut membahayakan pengguna jalan lain dan bahkan pernah berujung pada kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Saya prihatin karena masih ada pengendara yang sengaja melawan arus. Padahal, tindakan itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan. Saya berharap pengendara semakin tertib, tidak melawan arus, dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama,” ungkap Yamin.

Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi ini, Polres Tegal Kota mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm berstandar SNI, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.

Kepatuhan berlalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan situasi lalu lintas di Kota Tegal semakin aman, tertib, dan lancar.