Jumat, 06 Februari 2026

Jembatan Donggala Tunon Direnovasi, Polres Tegal Kota Utamakan Keselamatan Warga

Kota Tegal – Polres Tegal Kota mengambil langkah nyata demi keselamatan warga dengan merenovasi Jembatan Donggala di Kelurahan Tunon, Tegal Selatan. Jembatan yang berdiri sejak 1986 tersebut belum pernah mengalami renovasi sehingga kondisinya kini cukup memprihatinkan.

Jembatan penghubung di wilayah Rw 03 dan Rw 04 ini sebelumnya tidak memiliki pembatas, minim penerangan, dan permukaannya licin saat hujan. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena warga, termasuk para pelajar yang menuju sekolah, kerap melintasi jembatan itu.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan perbaikan jembatan sepanjang 5 meter dan lebar 3 meter ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Jembatan ini sudah lama dan kondisinya cukup memprihatinkan, sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas, terutama anak-anak sekolah,” ujar AKBP Heru, Sabtu (7/2/2026).

Kapolres menegaskan, keberadaan jembatan yang lebih aman mampu menekan risiko kecelakaan, memperlancar mobilitas warga, dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata.

“Intinya, perbaikan ini untuk kepentingan masyarakat, agar lingkungan lebih aman dan akses utama bagi warga dan pelajar lebih nyaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Heru menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia. Dalam pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Perbaikan ini diharapkan berdampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan keselamatan warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Hasyim Ashari, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jembatan. Menurutnya, keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi kunci kelancaran.

“Kami sangat menghargai perhatian Polri terhadap keselamatan warga. Warga pun ikut aktif dalam kerja bakti dan memantau pembangunan agar perbaikan jembatan berjalan lancar dan aman bagi semua,” ujar Hasyim.

Anak-anak Jadi Agen Keselamatan, Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Edukasi Lalu Lintas

Kota Tegal - Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota menggelar edukasi keselamatan lalu lintas bagi anak usia dini di Lembaga Pendidikan TBM Sakila Kerti, Kota Tegal, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Suyit Munandar menegaskan, edukasi keselamatan berlalu lintas untuk anak-anak sangat penting. Sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri sejak dini.

“Edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini sangatlah perlu, agar anak-anak memiliki pemahaman dasar dan dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga,” ujar AKP Suyit.

AKP Suyit Munandar menjelaskan, dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Tegal Kota menyampaikan materi. Dengan cara yang ramah dan mudah dalam memahaminya.

Petugas mengenalkan kepada anak-anak tentang rambu lalu lintas sederhana, cara menyeberang jalan yang aman, serta pentingnya menggunakan helm saat berkendara bersama orang tua,” jelasnya.

Tujuannya, agar anak-anak memahami aturan dasar berlalu lintas sejak dini. Dan bisa menjadi agen keselamatan di keluarga maupun lingkungan sekitar,” tegasnya kembali.

AKP Suyit menambahkan, akan terus melaksanakan kegiatan edukasi serupa secara berkelanjutan.

“Langkah ini menjadi wujud komitmen Polri. Dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Tegal,” ujar AKP Suyit menutup kegiatan.

Dekat dengan Warga, Polres Tegal Kota Perkuat Patroli dan Komunikasi Lewat Jumat Curhat

Kota Tegal – Polres Tegal Kota menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan penegasan tersebut saat menggelar silaturahmi dan ngobrol bareng warga dalam kegiatan bertajuk Jumat Curhat di Pendopo Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (6/2/2026).

Kapolres AKBP Heru Antariksa Cahya menjelaskan, Jumat Curhat menjadi sarana komunikasi dua arah. Untuk mendengar langsung keluhan dan masukan dari warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Setiap persoalan kamtibmas dapat ditangani cepat dan tepat melalui kerja sama yang baik,” kata AKBP Heru.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat sekaligus menampung aspirasi warga terkait keamanan dan ketertiban.

Warga menyampaikan masukan tentang keselamatan lalu lintas, balap liar, prosedur pengurusan SIM hilang, mekanisme pelaporan cepat, dan klarifikasi informasi di media sosial.

Menanggapi keluhan warga, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.

“Selain itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian. Termasuk Call Center 110 dan media sosial resmi Polres Tegal Kota,” ujarnya

AKBP Heru menambahkan, Polres Tegal Kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan memperkuat operasi kepolisian. Termasuk Operasi Keselamatan Lalu Lintas menjelang Operasi Ketupat Candi 2026.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tegal tetap terjaga,” ujar AKBP Heru menutup kegiatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat utama Polres, unsur Forkopimcam, Lurah Cabawan, Ketua LPMK, dan tokoh masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi polisi dan warga.

Kamis, 05 Februari 2026

Dir Binmas Polda Jateng Tegaskan Satpam Mitra Strategis Polri saat Tutup Diklat Gada Pratama di Kota Tegal

Kota Tegal – Dir Binmas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Siti Rondijah menegaskan bahwa Satuan Pengamanan (Satpam) menjadi mitra strategis Polri yang harus bekerja profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi kode etik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan hal tersebut saat menutup Pendidikan dan Pelatihan Dasar Satpam Gada Pratama Tingkat Polda Jawa Tengah di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (5/2/2026).

Kombes Pol Siti Rondijah menegaskan bahwa pendidikan Satpam bukan proses yang mudah. Karena menuntut perubahan sikap dan kebiasaan masyarakat awam menjadi pribadi yang disiplin.

“Tidak mudah mengubah kebiasaan, namun hal itu justru menjadi keunggulan bagi mereka. Yang telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan Gada Pratama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan Satpam merupakan tahapan penting dalam membentuk profesionalisme. Seraya mengapresiasi seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut.


“Pendidikan Satpam terdiri atas tiga jenjang: Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Satpam harus menempuh Gada Pratama sebagai pendidikan dasar sebelum pengukuhan dan penggunaan atribut resmi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya Kartu Tanda Anggota (KTA) Satpam sebagai dasar legalitas dalam bertugas di lapangan. Dengan identitas tersebut, Satpam memiliki kewenangan menjalankan fungsi kepolisian terbatas secara profesional.

“Semua tindakan harus sesuai SOP dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama ini terselenggara melalui kerja sama BUJP PT Rian Jaya Perkasa dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Jateng dan Satbinmas Polres Tegal Kota, dengan pola pendidikan selama 140 jam pelajaran.

Seluruh peserta lulus dan resmi menjadi sebagai anggota Satpam. Pada kesempatan tersebut, para peserta juga menampilkan keterampilan dan penguasaan materi sebagai hasil dari proses pendidikan yang telah dijalani.

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Lakukan Ramp Check di Terminal Bus Tegal

Kota Tegal, Satlantas Polres Tegal Kota bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja menggelar ramp check kendaraan di Terminal Bus Kota Tegal. Guna memastikan kesiapan armada angkutan umum serta kondisi pengemudi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026. Sasaran pemeriksaan meliputi kelayakan teknis kendaraan, seperti rem, lampu, ban, hingga kelengkapan administrasi.

Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Suyit Munandar, mengatakan ramp check bertujuan memastikan armada angkutan umum. Beserta pengemudi dan awak kendaraan dalam kondisi siap dan aman beroperasi.

“Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan armada angkutan umum, pengemudi, dan awak kendaraan. Menghadapi arus mudik Lebaran guna mencegah kecelakaan fatal,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi dan awak angkutan, sekaligus membagikan vitamin dan obat-obatan ringan kepada pengguna jasa transportasi umum.

Menurut AKP Suyit, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya keselamatan berlalu lintas. Dalam pelaksanaanya mengandeng Tim kesehatan dari Urkes Polres Tegal Kota

Harapannya dengan kondisi kesehatan yang prima, pengemudi lebih fokus dan berhati-hati saat berkendara sehingga dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, penempelan stiker keselamatan pada armada, serta pengingat pentingnya istirahat cukup selama perjalanan.

Sementara itu, Sutono seorang sopir bus yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya ramp check dan pemeriksaan kesehatan. Ia menilai kegiatan tersebut membuatnya lebih tenang dan percaya diri saat membawa penumpang.

“Pengecekan dan pemeriksaan kesehatan ini membuat saya lebih tenang saat membawa penumpang,” ujar Sutono

Selasa, 03 Februari 2026

Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Edukasi Kepada Para Pengguna Jalan

Kota Tegal – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di depan Kantor Samsat Kota Tegal, Jalan Kapt. Sudibyo, Kota Tegal, pada Rabu (4/2/2026).

Melalui kegiatan sosialisasi, petugas Satlantas Polres Tegal Kota membagikan pamflet, brosur, dan stiker berisi imbauan kamseltibcar lantas kepada para pengendara yang melintas. Selain itu, personel Satlantas juga memberikan edukasi secara langsung terkait pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota, AKP Suyit Munandar, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif kepolisian. Dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

“Melalui kegiatan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, kami mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Dengan memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan agar lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar AKP Suyit Munandar.

Lebih lanjut, AKP Suyit Munandar menegaskan bahwa kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kota Tegal untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar SNI. Bagi pengendara sepeda motor, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara. Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Serta mewujudkan situasi kamseltibcar lantas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tegal Kota selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Senin, 02 Februari 2026

Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas

  

Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 di Jalan Kapten Sudibyo dan menjaring puluhan pengendara pada hari pertama pelaksanaan, Senin (2/2/2026).

Dominasi pelanggaran antara lain tidak memiliki SIM. Selain itu, petugas juga mendapati sejumlah pengendara yang belum melunasi pajak kendaraan bermotor.

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Suyit Munandar mengatakan, Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan operasi cipta kondisi. Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Pelaksanaannya selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026,” kata AKP Suyit.

Ia menambahkan, operasi mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Penindakan pelanggaran lalu lintas melalui ETLE dan tilang manual untuk pelanggaran kasat mata, yang tentunya dengan pendekatan humanis serta sosialisasi tertib berlalu lintas, termasuk kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Kota Tegal Alef Refai, SH, menyebut operasi gabungan tersebut turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

“Operasi ini sangat membantu, khususnya bagi pengendara yang belum melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Menurut Alef, ketidakpatuhan membayar pajak juga merupakan pelanggaran. Pelaksanaan operasi di depan UPPD Samsat Kota Tegal dinilai efektif karena memudahkan pengendara untuk langsung melakukan pembayaran pajak di lokasi.

Sipropam Polres Tegal Kota Gelar Razia Internal Dukung Operasi Keselamatan Candi 2026

Kota Tegal – Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Tegal Kota menggelar razia surat-surat dan kelengkapan kendaraan. Terhadap personel Polri dan ASN di depan Mapolres setempat. Selasa (3/2/2026) pagi.

Petugas menghentikan kendaraan milik personel untuk memeriksa kelengkapan administrasi, mulai dari SIM, STNK, hingga kondisi kendaraan.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya melalui Wakapolres Kompol Wahdah Maulidiawati menyampaikan, razia internal ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Sekaligus upaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri.

“Kegiatan ini merupakan upaya penegakan disiplin internal sekaligus mendukung Operasi Keselamatan Candi yang tengah berlangsung,” ujar Kompol Wahdah di sela kegiatan.

Ia menegaskan, tujuan utama razia tersebut adalah memastikan seluruh personel tertib berlalu lintas sebelum melakukan penertiban kepada masyarakat. “Sebelum menertibkan masyarakat, kita tertibkan dulu dari dalam,” tegasnya.

Menurut Kompol Wahdah, Operasi Keselamatan Candi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif untuk menekan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan dimulai dari kita sendiri. Jika anggota disiplin, pesan keselamatan akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polres Tegal Kota berharap Operasi Keselamatan Candi dapat berjalan optimal serta mendorong tumbuhnya budaya tertib berlalu lintas. Baik di internal kepolisian maupun di masyarakat.

Minggu, 01 Februari 2026

Operasi Keselamatan Candi 2026 Dimulai, Polres Tegal Kota Tekankan Keselamatan Berkendara

Kota Tegal - Kepolisian Resor Tegal Kota menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 di halaman Mapolres, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut menandai operasi yang akan berlangsung dari tanggal 2 - 15 Februari 2026.

Wakapolres Tegal Kota, Kompol Wahdah Maulidiawati, memimpin apel serta membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah. Operasi tersebut bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan upaya cipta kondisi menjelang Idul Fitri dengan mengedepankan tindakan preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas berisiko kecelakaan,” ujar Kompol Wahdah.

Data mencatat tren penurunan pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah. Pada 2025, tercatat 522.589 pelanggaran atau turun 25 persen dibanding 2024. Jumlah tilang menurun 32 persen menjadi 174.993 lembar, sementara jumlah teguran berkurang 20 persen menjadi 347.596 lembar.

Meski demikian, Kompol Wahdah menekankan perlunya upaya berkelanjutan. “Penurunan ini positif, tetapi kita harus terus mendorong masyarakat agar tertib berlalu lintas dan menjaga keselamatan di jalan,” ujarnya.

Wakapolres menegaskan seluruh personel agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kehadiran Polri untuk melayani masyarakat dengan sikap humanis, sopan, dan profesional, serta menghindari ucapan maupun tindakan yang menyakiti,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Tegal untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan saat berkendara.

Dalam pelaksanaannya, polisi akan menindak pelanggaran melalui ETLE dan teguran, dengan fokus pada kendaraan tidak laik jalan, pengendara tanpa kelengkapan, balap liar, knalpot brong, serta pengendara yang tidak memakai helm atau sabuk pengaman.

Selain itu, sasaran operasi juga mencakup parkir sembarangan, penggunaan ponsel saat berkendara, dan berboncengan lebih dari satu orang. lebih dari satu orang, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta melawan arus.

Hadapi Ancaman Rob, Polres Tegal Kota–BPBD Gelar Apel Siaga dan Patroli Wilayah Pesisir

Kota Tegal, Mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana banjir rob, Polres Tegal Kota mengerahkan Peleton Siaga Bhayangkara dengan menggelar apel kesiapsiagaan di Mapolres Setempat. Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan sebagai bentuk kesiapan Polri dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, sekaligus memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal dan unsur relawan kebencanaan.

Kasat Samapta Polres Tegal Kota, Kompol Bambang Sridiartono menyampaikan bahwa kesiapan personel dan soliditas lintas instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.

"Ia menegaskan bahwa personel Polri, BPBD, dan relawan harus terus memperkuat sinergitas serta siap hadir bersama-sama di tengah masyarakat saat dibutuhkan, ” tegas Kompol Bambang.

Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan bukan hanya sebatas pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud kehadiran negara, memastikan masyarakat mendapat perbantuan cepat ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Kompol Bambang menambahkan, langkah kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut atas peringatan dini BMKG terkait potensi peningkatan banjir rob di wilayah pesisir.

“Kota Tegal berada di kawasan pantai. Risiko rob selalu ada, terlebih dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini. Karena itu, kita tidak boleh lengah,” katanya.

Melalui kesiapsiagaan ini, kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk meminimalkan risiko bencana dan memberikan rasa aman menghadapi cuaca ekstrem,” pungkasnya.

Usai apel kesiapsiagaan, personel gabungan Polres Tegal Kota bersama BPBD dan relawan langsung berpatroli di titik-titik rawan banjir rob guna memantau kondisi lapangan dan mengimbau kewaspadaan masyarakat.

Jumat, 30 Januari 2026

Mencongkel Kotak Amal Mushola, Seorang Pria Diamankan Warga di Tegal Timur

Kota Tegal - Seorang pria diduga mencuri kotak amal di Mushola Nurul Huda, Kelurahan Mangkukusuman, Tegal Timur, Kota Tegal, dan langsung diamankan warga, Jumat (30/1) siang.

Warga menyerahkan pelaku berinisial SY (51), warga Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, kepada polisi untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol Suratman membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pelaku diamankan warga setelah kedapatan mencongkel kotak amal di dalam mushola.

‘Benar, warga telah menangkap seorang pria yang diduga mencuri kotak amal. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek,’ ujar Kompol Suratman, Jumat (30/1/2026).

Kompol Suratman menyebut, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.09 wib setelah pengurus mushola melaporkan hilangnya uang kotak amal. Pada saat bersamaan, seorang warga sempat melihat langsung pelaku sedang beraksi.

“Pelaku terlihat mencongkel kotak amal dan memasukkan uang ke dalam tas. Saat ditegur sempat mengelak, hingga saksi berteriak meminta bantuan warga,” katanya.

Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku. Kejadian tersebut dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan petugas yang datang ke lokasi membawa pelaku ke Mapolsek

Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan uang tunai Rp 140 ribu, tas ransel hitam, dua linggis, sebuah obeng, serta sepeda motor Yamaha Mio Soul yang menjadi sarana pelaku saat melakukan aksi.

“Pelaku dan barang bukti telah kami amankan. Saat ini kasus masih dalam proses hukum lebih lanjut,” kata Kompol Suratman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.

Lat Pra Ops Digelar, Polres Tegal Kota Siap Sukseskan Operasi Keselamatan Candi 2026

  

Kota Tegal, Dalam rangka mematangkan persiapan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Tegal Kota menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) di Aula Devia Cita Mapolres Tegal Kota, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya didampingi Wakapolres serta diikuti Kabagops, Kasat Lantas, Kasat Intel, Humas, dan personel yang terlibat dalam operasi.

Dalam Lat Pra Ops tersebut, masing-masing satuan fungsi memaparkan rencana pelaksanaan. Potensi kerawanan, serta langkah-langkah antisipasi selama Operasi Keselamatan Candi 2026 yang akan berlangsung pada 2–15 Februari 2026.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi merupakan bagian dari upaya kesiapan pengamanan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Candi.

“Operasi ini menjadi pondasi awal agar pelaksanaan Operasi Ketupat Candi nantinya dapat berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

Ia menekankan agar pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif dengan tetap mengutamakan sikap humanis dalam penegakan hukum,” tambahnya

Terkait penegakan hukum, AKBP Heru meminta jajaran melaksanakannya secara maksimal sesuai target operasi, dengan tetap mengedepankan sikap humanis dan responsif.

Menurutnya, penindakan serpenjelasan yang baik akan membantu masyarakat memahami kesalahannya tanpa menimbulkan dampak negatif.

“Berikan pemahaman kepada masyarakat hingga mereka menyadari kesalahannya. Dengan penjelasan yang baik, penindakan tidak akan menimbulkan ekses negatif dan tujuan operasi tetap tercapai,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya keselamatan personel selama pelaksanaan operasi, baik keselamatan diri maupun saat kegiatan operasional di lapangan.

“Keselamatan anggota adalah prioritas. Laksanakan tugas sesuai SOP dan tetap waspada dalam setiap kegiatan,” pungkasnya.

Lat Pra Ops ini menjadi langkah untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan personel. Guna mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 agar berjalan aman, lancar, dan efektif.

Kapolres Tegal Kota Pimpin Sertijab Wakapolres, Kasatreskrim dan Kapolsek Pelabuhan, Tekankan Profesionalisme

Kota Tegal, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya memimpin upacara serah terima jabatan Wakapolres, Kasatreskrim, dan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kota Tegal bertempat di Gedung Bhayangkari, Kamis (29/1/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim di lingkungan Polri sebagai bentuk penyegaran serta penyesuaian terhadap perubahan lingkungan strategis.

“Mutasi adalah bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi agar Polri tetap profesional dan responsif dalam melayani masyarakat,” ujar AKBP Heru.

Ia menekankan kepada para pejabat baru agar mampu meningkatkan kepekaan, kepedulian, kapabilitas, dan profesionalisme dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian.

Kapolres juga mengingatkan bahwa jabatan mengandung makna kepercayaan dan kehormatan. Oleh karena itu, kita harus menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Jabatan adalah kepercayaan bagi yang memerintah dan kehormatan bagi yang menerima amanat. Untuk itu, maknai jabatan dengan penuh tanggung jawab dan jadikan sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya.

Dalam sertijab tersebut, Kompol Yulius Herlinda yang memasuki masa purna tugas menyerahkan jabatan Wakapolres Tegal Kota kepada Kompol Wahdah Maulidiawati. Yang sebelumnya menjabat Kasubbagrenmin Polda Jawa Tengah.

Jabatan Kasatreskrim kini dijabat AKP Husen Asnawi menggantikan AKP Eko Setiabudi Pardani yang beralih tugas ke Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, Kompol Muhammad Samsul Afandi kini menjabat Kapolsek Kawasan Pelabuhan. Menggantikan Kompol Toto Hadi Prayitno yang mendapat penugasan baru di Subditgakkum Direktorat Polisi Perairan Polda Jawa Tengah.

Di akhir amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama serta berharap pejabat baru dapat segera bekerja optimal. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Tegal Kota.