Kota Tegal – Polres Tegal Kota melaksanakan program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMA Negeri 4 Kota Tegal, Senin (2/11/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap dunia pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembentukan generasi muda yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki moral dan etika yang baik.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyampaikan amanat kepada para siswa. Ia mengajak seluruh pelajar untuk membangun karakter positif, meningkatkan kedisiplinan, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial.
Kapolres menyoroti bahaya hoaks atau berita bohong yang mudah menyebar di era digital. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan di ruang digital.
“Jangan langsung percaya, jangan langsung bereaksi, dan jangan langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum berbagi, periksa sebelum percaya, dan pikirkan dampak sebelum berkomentar,” demikian pesan Kapolres dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan, merusak nama baik seseorang, memicu perselisihan, hingga mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Karena itu, para siswa di harapkan mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan sekolah dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pengetahuan, prestasi, dan konten positif yang membangun persatuan.
Selain memberikan edukasi tentang literasi digital, Kapolres turut menyosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Para siswa di ingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur dan memiliki SIM, serta menghindari perilaku berbahaya seperti melawan arus dan balap liar.
“Keselamatan berlalu lintas bukan karena takut di tilang, tetapi karena kita peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Saya berharap seluruh siswa menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, disiplin, taat hukum, serta bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Kota Tegal, Istiana Herawati, S.S., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program Polisi Peduli Pendidikan di lingkungan sekolahnya. Ia menilai keterlibatan Polri dalam memberikan edukasi kepada pelajar menjadi bentuk sinergi positif antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia berharap pesan-pesan yang di sampaikan melalui kegiatan tersebut dapat di pahami dan di terapkan oleh para siswa, baik dalam kehidupan sehari-hari, pergaulan di lingkungan sekolah, maupun saat menggunakan media sosial dan berkendara di jalan raya.
Melalui program Polidik, Polres Tegal Kota berupaya memperkuat sinergi dengan satuan pendidikan dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan kepatuhan terhadap hukum sejak dini. Upaya ini di harapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkarakter, bijak bermedia sosial, dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.



















.jpeg)





