Jumat, 24 April 2026

Ratusan Satpam Lulus Diklat di Kota Tegal, Dibekali Keterampilan hingga Etika Profesi

Kota Tegal, Sebanyak 119 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Tingkat Polda Jateng resmi dinyatakan lulus dalam penutupan yang digelar di Kampus SUPM Negeri Tegal, Jumat (24/4/2026). 

Kegiatan ini menandai berakhirnya pembinaan Satpam profesional dan berintegritas. Diklat yang diselenggarakan BUJP PT Surya Artha Wiguna itu resmi ditutup Kasubdit Binkamsa Ditbinmas Polda Jawa Tengah, AKBP Metta Toliu.

Dalam sambutannya, AKBP Metta menegaskan bahwa peran Satpam tidak lagi sekadar penjaga, melainkan bagian penting dari sistem keamanan nasional melalui pengamanan swakarsa.

“Satpam harus mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman di lingkungan kerja dan masyarakat. Profesionalisme dan integritas adalah kunci utama,” tegasnya.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta menempuh 140 jam pelajaran yang mencakup pengetahuan dasar pengamanan, keterampilan teknis, hingga pembentukan karakter dan etika profesi.

Mereka dibekali kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, penanganan situasi darurat, pengaturan akses keluar masuk, hingga teknik dasar pengamanan fisik. 

Tak hanya itu, aspek sikap dan perilaku juga menjadi perhatian utama, termasuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi yang humanis,” tambahnya

Menurut Metta, bekal tersebut harus benar-benar diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, bukan sekadar menjadi pengetahuan selama pelatihan.

“Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas. Harus diterapkan di lapangan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi kode etik profesi,” ujarnya.

Prosesi penutupan berlangsung khidmat dengan penyematan lencana dan atribut Satpam kepada para peserta sebagai simbol kelulusan dan penguatan identitas profesi.

Acara kemudian ditutup dengan peragaan keterampilan dari para peserta. Demonstrasi tersebut menampilkan serah terima penjagaan, 12 gerakan pengaturan lalu lintas, hingga aksi bela diri dan teknik membawa tahanan.

Penutupan Diklat ini diharapkan mampu melahirkan Satpam yang tidak hanya sigap dan terampil, tetapi juga adaptif serta mampu menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar