Rabu, 09 September 2026

AI Makin Canggih, Polres Tegal Kota Ajak Pelajar Tetap Kritis dan Beretika


Kota Tegal – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menggunakan AI harus berjalan beriringan dengan kecerdasan berpikir, etika dan kemampuan memilah informasi.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus Polres Tegal Kota saat menggelar program Paham AI di SMA Negeri 4 Kota Tegal, Rabu (9/9/2026). Sebanyak 300 siswa mengikuti kegiatan edukasi yang di kemas melalui Senopati Academy dengan jargon “Berpikir Kritis, Berkarya Etis.”

Bukan sekadar mengenalkan teknologi AI, para pelajar di ajak memahami bagaimana teknologi tersebut di gunakan secara tepat. Sekaligus menyadari berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital.

Dalam kegiatan tersebut, materi di kemas dalam empat modul utama, yakni Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, dan AI Prompts 101.

Melalui Introduction to AI, siswa di kenalkan dengan dasar-dasar kecerdasan buatan, cara kerja serta berbagai pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan.

Tidak berhenti di sana, modul Ethical Use of AI mengajak para siswa memahami batasan dan etika dalam menggunakan AI. Teknologi harus menjadi alat untuk membantu manusia, bukan di gunakan secara sembarangan tanpa mempertimbangkan tanggung jawab.

Sementara melalui Fighting Hoax with AI, para siswa di bekali kemampuan untuk lebih kritis menghadapi banjir informasi di media digital. Mereka di dorong untuk tidak mudah percaya, melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya.

Sedangkan AI Prompts 101 memberikan pemahaman dasar mengenai bagaimana menyusun instruksi atau prompt yang efektif agar AI dapat di manfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar, menggali ide dan menghasilkan karya secara kreatif.


Kabag SDM Polres Tegal Kota AKBP Pujiningsih mengatakan, pesatnya perkembangan AI harus di ikuti dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama bagi generasi muda.

“Kami ingin para pelajar tidak hanya tahu bagaimana menggunakan AI, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting agar mereka tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang di hasilkan teknologi,” ujar AKBP Pujiningsih.

Menurutnya, kehadiran teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkembang dan berkarya. Namun, pemanfaatannya tetap harus di barengi etika serta kesadaran terhadap dampak yang di timbulkan.

“Melalui Senopati Academy ini, kami ingin menanamkan bahwa teknologi harus di gunakan untuk hal-hal yang positif. Berpikir kritis dan berkarya secara etis harus menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Kota Tegal Istiana Herawati, S.S., M.Pd., mengapresiasi langkah Polres Tegal Kota yang memberikan edukasi AI secara langsung kepada para pelajar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Paham AI ini. Anak-anak saat ini sangat dekat dengan teknologi, sehingga mereka perlu mendapatkan pemahaman yang benar agar mampu memanfaatkan AI secara positif, kreatif dan tetap beretika,” ungkap Istiana Herawati.

Ia berharap, edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat di terapkan siswa dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Paham AI di SMA Negeri 4 Kota Tegal menjadi bagian dari upaya Polres Tegal Kota membangun literasi digital generasi muda. Sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan era teknologi.

Sebab, di tengah teknologi yang semakin pintar, manusia justru di tuntut untuk semakin kritis.

AI boleh semakin canggih, tetapi etika, tanggung jawab dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi kendali utamanya.

Semangat itulah yang di bawa melalui Senopati Academy: “Berpikir Kritis, Berkarya Etis.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar