Jumat, 30 Oktober 2026

Pastikan Keselamatan Angkutan Umum, Polres Tegal Kota Gelar Ramp Check di Terminal

  

Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Dokkes Polres Tegal Kota, dan Kementerian Perhubungan menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) serta kesehatan pengemudi di Terminal Bus Kota Tegal, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026.

Dalam pemeriksaan kendaraan, petugas mengecek sistem pengereman, kondisi ban, lampu, wiper, klakson, dan fasilitas keselamatan darurat. Petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan dan dokumen pengemudi, meliputi STNK, buku uji berkala (KIR), serta SIM sesuai jenis kendaraan.

Selain itu, Sidokkes Polres Tegal Kota memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada sopir dan calon penumpang bus. Petugas juga membagikan vitamin kepada peserta pemeriksaan.

 

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Stephanie Sumbung mengatakan, pemeriksaan tersebut mencakup dua aspek, yakni kondisi teknis kendaraan dan kesiapan kesehatan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kendaraan angkutan umum memenuhi persyaratan keselamatan dan pengemudinya berada dalam kondisi yang mendukung keselamatan perjalanan. Kami mengimbau para sopir agar selalu mengutamakan keselamatan, memeriksa kendaraan sebelum berangkat, serta tidak memaksakan diri ketika lelah atau mengantuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengelola perusahaan otobus (PO) agar melakukan perawatan armada secara berkala serta memastikan pengemudi memiliki kompetensi dan SIM sesuai ketentuan.

Apabila ditemukan kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, petugas akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing instansi.

Pemeriksaan kendaraan dan kesehatan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Operasi Patuh Candi 2026 yang menyasar keselamatan angkutan umum, termasuk kelayakan armada dan kondisi pengemudi.

HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Tegal Kota Pererat Sinergi dengan Wartawan

  


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi dan tasyakuran Hari Jadi Humas Polri ke-75 di RM Dapoer Tempo Doeloe, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut di hadiri Wakapolres Tegal Kota, para pejabat utama (PJU), Ketua PWI Kota Tegal, Ketua IWO Kota Tegal, serta sejumlah wartawan dari media cetak, elektronik, dan online yang menjadi mitra Polres Tegal Kota.

Suasana akrab mewarnai pertemuan tersebut. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Kapolres untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan para awak media.

Dalam sambutannya, AKBP Christian Lolowang menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menyampaikan program kerja, capaian kinerja, serta berbagai upaya Polri dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Menurutnya, setiap program dan capaian kepolisian perlu di komunikasikan dengan baik agar masyarakat mengetahui informasi tersebut dan memahami manfaatnya.

“Program dan prestasi yang baik perlu di sampaikan kepada masyarakat dengan cara yang tepat agar manfaatnya dapat di rasakan. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kemitraan rekan-rekan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar AKBP Christian Lolowang.

Ia juga mengaitkan peran media dengan konsep manajemen 5M, yaitu man, money, method, material, dan market. Dalam hal ini, media menjadi salah satu saluran strategis untuk memperluas jangkauan informasi sehingga program dan kinerja kepolisian dapat di ketahui masyarakat secara lebih luas.

Kapolres berharap insan pers senantiasa mengedepankan prinsip jurnalistik dalam menyajikan pemberitaan, mulai dari akurasi, keberimbangan, hingga tanggung jawab terhadap informasi yang di sampaikan. Sinergi yang baik antara Polri dan media di nilai dapat membantu meluruskan informasi yang tidak tepat sekaligus mendorong penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif bagi masyarakat.

 


Pada momentum peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 tersebut, AKBP Christian Lolowang turut memberikan apresiasi kepada jajaran Seksi Humas Polres Tegal Kota atas dedikasi dan kreativitas dalam mengelola publikasi serta dokumentasi kegiatan kepolisian.

Ia menilai, di tengah di namika tugas dan keterbatasan personel, jajaran Humas tetap berupaya menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan mudah di pahami masyarakat. Kontribusi para wartawan juga menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan pelayanan Polres Tegal Kota.

Kapolres selanjutnya menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Ia meminta seluruh personel, baik di tingkat Polres maupun Polsek, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan wartawan serta menanggapi permintaan konfirmasi secara profesional.

Setiap pertanyaan dan kebutuhan informasi dari media, lanjutnya, perlu di respons secara proporsional dengan tetap memperhatikan kewenangan, ketentuan hukum, serta prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tegal Kota berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin kuat. Komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang berkelanjutan di harapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan di akhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar situasi keamanan dan ketertiban di Kota Tegal senantiasa terjaga. Peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun komunikasi publik yang profesional, transparan, dan humanis.

Kamis, 29 Oktober 2026

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Tegal Kota Sasar Pelajar

  


Kota Tegal – Satlantas Polres Tegal Kota melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar selama Operasi Patuh Candi 2026. Kegiatan melalui program *Police Goes to School* tersebut menyasar sejumlah sekolah, termasuk pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak (TK).

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Sumbung menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif dalam pelaksanaan operasi, selain penegakan hukum di bidang lalu lintas.

Materi yang disampaikan meliputi kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan helm, serta larangan berkendara secara ugal-ugalan. Para siswa juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Dalam Operasi Patuh Candi 2026, kami melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pelajar. Materi yang disampaikan mencakup tertib berlalu lintas, penggunaan helm, dan pentingnya mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar AKP Shanice, Kamis (29/10/2026)


Selain materi lalu lintas, edukasi di sekolah juga mencakup pencegahan perundungan atau *bullying*. Siswa di imbau untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, tidak melakukan kekerasan, serta menghindari keterlibatan dalam geng sekolah yang dapat memicu tawuran.

Salah satu kegiatan Police Goes to School di laksanakan di SMP Negeri 13 Tegal dengan materi tertib berlalu lintas dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

Rabu, 28 Oktober 2026

Bukan Hanya Penindakan, Polres Tegal Kota Kedepankan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Kota Tegal – Pengguna jalan di Jalan A. Yani dan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Taman Pancasila, Kota Tegal, mendapat sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 melalui pembagian leaflet dan stiker oleh Satlantas Polres Tegal Kota, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan agar pengendara mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sosialisasi juga menyasar komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya untuk melayani masyarakat. Melalui pembagian materi edukasi tersebut, petugas mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Shanice Stephanie Sumbung mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan, melengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendara. Serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya melalui penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga edukasi dan pencegahan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Melalui sosialisasi ini, Satlantas Polres Tegal Kota mengajak pengguna jalan, termasuk pengemudi ojol. Untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan sebagai bagian dari aktivitas berkendara sehari-hari.

Selasa, 27 Oktober 2026

Dengar Keluhan Warga, Kapolres Tegal Kota Perkuat Komunikasi Jaga Keamanan Lingkungan

  


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang bersilaturahmi dengan warga RT 05 RW 04, Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Selasa (27/10/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari tawuran antarremaja hingga pelayanan kepolisian dan potensi banjir saat musim hujan.

Kapolres menekankan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia juga meminta jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, aktif menjalin komunikasi dengan warga serta menyampaikan aspirasi dan persoalan di wilayah binaan kepada pimpinan untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

“Jajaran Binmas, khususnya Bhabinkamtibmas, agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, mengetahui persoalan di wilayah binaan, serta menyampaikan aspirasi dan keluhan warga untuk dikoordinasikan lebih lanjut,” ujar AKBP Chris Lolowang.


Kapolres juga menyinggung Operasi Patuh sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Masyarakat di ingatkan untuk menaati peraturan lalu lintas guna menjaga keselamatan di jalan raya.

Selain itu, Kapolres mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polisi 110 apabila mengetahui atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian.

"Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian," tegasnya

Dalam sesi dialog, warga menyoroti tawuran di wilayah perbatasan Tunon. mereka menyampaikan perlunya upaya pencegahan dan patroli serta penguatan peran Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 04, Rojikin, menyampaikan perizinan usaha rumah kos dengan sistem sewa per jam. Warga juga menyampaikan masukan terkait pelayanan kepolisian dan kekhawatiran terhadap potensi banjir saat musim hujan.

Warga turut menyampaikan rencana kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran air pada Jumat mendatang.

Sejumlah pejabat dan personel Polres dari satuan terkait turut hadir. Aspirasi yang di sampaikan warga selanjutnya dikoordinasikan dengan fungsi terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Cegah Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Tegal Kota Periksa Hellen’s Night Mart

  


Kota Tegal – Satresnarkoba Polres Tegal Kota menggelar Operasi Daerah Rawan Narkoba di Hellen’s Night Mart Tegal, Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Minggu (25/10) dini hari. Dalam operasi tersebut, 13 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine secara acak, dengan hasil seluruhnya negatif.

Selain tes urine, petugas memeriksa barang bawaan pengunjung dan karyawan. Dari pemeriksaan tersebut, tidak di temukan barang mencurigakan maupun barang yang berkaitan dengan narkoba. Pemeriksaan urine menggunakan alat tes (test kit) yang di tangani oleh personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Tegal Kota.

Kasat Resnarkoba Polres Tegal Kota AKP Ade Priyatna menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta obat-obatan terlarang.

Operasi ini juga di arahkan untuk memantau lokasi sasaran sekaligus mendorong pemulihan kawasan rawan narkoba melalui langkah pencegahan dan pengawasan.

 


“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat dan ruang gerak peredaran gelap narkoba semakin sempit,” ujar AKP Ade Priyatna saat memberikan keterangan di Mapolres Tegal Kota, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ade, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengelola tempat usaha. Sinergi dan koordinasi di nilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian atau instansi terkait. Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba.

Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan Polres Tegal Kota bersama Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tegal. Sebagai bagian dari sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kota Tegal.

Senin, 26 Oktober 2026

Tekan Risiko Kecelakaan, Satgas Gakkum Polres Tegal Kota Intensifkan Patroli Lalu Lintas

  


Kota Tegal – Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Patuh Candi 2026 Polres Tegal Kota menggelar patroli dengan metode hunting system untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Tegal, Selasa (27/10/2026). Petugas menyasar pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendokumentasikan pelanggaran melalui pemotretan sebagai bukti untuk proses penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan kepada pengendara sebagai upaya edukasi agar lebih disiplin dan tidak mengulangi pelanggaran.

Pengawasan menyasar Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah pelanggaran kasatmata tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal Kota selaku Kasatgas Gakkum Ops Patuh Candi 2026, Ipda Agung Laksana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

“Satgas Gakkum melaksanakan kegiatan hunting system di beberapa ruas jalan di Kota Tegal, meliputi Jalan Semeru, Jalan Cempaka, Jalan Kartini, Jalan KS Tubun, Jalan Kolonel Sugiono, dan Jalan Ahmad Yani. Sasaran kami antara lain pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm saat berkendara,” ujar Ipda Agung Laksana.

 




Ia menjelaskan, petugas mendokumentasikan pelanggaran untuk mendukung proses penindakan melalui ETLE. Sementara itu, teguran lisan menjadi sarana untuk mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

“Kami berharap para pengemudi dan pengguna jalan semakin tertib, sopan saat berkendara, serta selalu mengutamakan keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan,” tambahnya.

Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas juga di sampaikan Yamin, warga Kelurahan Kejambon. Ia mengaku prihatin karena masih menemukan pengendara yang sengaja melawan arus di sekitar tempat tinggalnya. Menurutnya, perilaku tersebut membahayakan pengguna jalan lain dan bahkan pernah berujung pada kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Saya prihatin karena masih ada pengendara yang sengaja melawan arus. Padahal, tindakan itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan. Saya berharap pengendara semakin tertib, tidak melawan arus, dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama,” ungkap Yamin.

Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi ini, Polres Tegal Kota mengajak masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm berstandar SNI, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.

Kepatuhan berlalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan situasi lalu lintas di Kota Tegal semakin aman, tertib, dan lancar.

Minggu, 25 Oktober 2026

Polres Tegal Kota Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026, Kedepankan Upaya Preventif

  

x

Kota Tegal – Polres Tegal Kota menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2026 di halaman Mapolres Tegal Kota, Senin (26/10/2026).

Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

Dalam apel tersebut, Wakapolres Tegal Kota Kompol Indra Hartono membacakan amanat Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang. Operasi tahun ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

Dalam amanatnya di sampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tegal Kota pada Januari hingga September 2026 turun 34,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan selisih 119 kejadian.

Meski demikian, upaya pencegahan tetap di lakukan melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas, patroli pada jam rawan, serta koordinasi dengan instansi terkait. Penindakan juga di lakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.



Kompol Indra Hartono mengatakan Operasi Patuh Candi 2026 mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif, dengan prioritas pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan teguran kepada pengguna jalan.

“Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, kami mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan represif. Namun, kami lebih memprioritaskan kegiatan preventif melalui sosialisasi dan teguran,” ujarnya.

Ia berharap, pelaksanaan operasi tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Harapannya, masyarakat semakin tertib berlalu lintas, angka pelanggaran menurun, dan keselamatan pengguna jalan semakin terjaga,” kata Kompol Indra Hartono.

Melalui operasi ini, masyarakat di imbau untuk mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi persyaratan dan perlengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kapolres Tegal Kota Sambangi Jemaat GPdi Mahanaim, Tampung Aspirasi Warga


Kota Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang hadir di tengah jemaat Gereja GPDI Mahanaim, Jalan Kapten Ismail, Kota Tegal, saat ibadah Minggu pagi, Minggu (25/10/2026)

Selain bersilaturahmi, ia juga berdialog dengan jemaat untuk mendengar masukan dan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Dalam kegiatan yang di kemas melalui Minggu Kasih tersebut, Kapolres mengatakan bahwa kepolisian terbuka terhadap permasalahan yang di sampaikan masyarakat.

“Selain berkenalan, kami juga menampung berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar AKBP Chris Lolowang

Ia menjelaskan, sebelum berkunjung ke GPDI Mahanaim, ia telah bertemu dengan sejumlah pendeta di ruang kerjanya maupun di ruang kerja Wali Kota Tegal. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua Panitia Natal 2026.

Sebagai pejabat yang baru bertugas di Kota Tegal, Kapolres meminta dukungan dan doa dari jemaat agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Kami orang baru di Kota Tegal, tentu membutuhkan dukungan dari Bapak, Ibu, dan saudara sekalian. Mohon doanya agar kami bisa menjalankan amanah sebagai anggota Polri dengan baik dan memberikan manfaat bagi jemaat GPDI Mahanaim serta masyarakat Kota Tegal,” katanya.

Kehadiran kepolisian juga terlihat melalui pelayanan personel di sekitar gereja. Sejumlah anggota membantu mengatur lalu lintas dan aktivitas jemaat. Termasuk memberikan bantuan kepada jemaat lanjut usia serta warga yang membutuhkan pendampingan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Tegal Kota menghadirkan pelayanan kepolisian secara langsung di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Sejumlah Jabatan Penting Polres Tegal Kota Berganti, Ini Pejabat Barunya

 


Kota Tegal – Sejumlah jabatan penting di lingkungan Polres Tegal Kota mengalami pergantian pejabat. Serah terima jabatan yang di pimpin Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang berlangsung di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Jumat (23/10/2026), mencakup empat posisi, yakni Kabag SDM, Kasatlantas, Kasatreskrim, dan Kasatsamapta.

Pada jabatan Kabag SDM, AKP Damin di percaya mengisi posisi yang kosong setelah pejabat sebelumnya, AKBP Purn. Pujiningsih, memasuki masa purna tugas. Sebelum bertugas di Polres Tegal Kota, AKP Damin menjabat Kapolsek Jatinom, Polresta Klaten.

Jabatan Kasatlantas kini di emban AKP Shanice Stephanie Sumbung, yang sebelumnya menjabat Kasatbinmas Polres Jepara. Ia menggantikan AKP Sujit Munandar yang mendapat penugasan di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, AKP Slamet Sugiharto menjabat Kasatreskrim menggantikan AKP Husen Asnawi yang berpindah tugas ke Polres Pekalongan Kota. Sebelumnya, AKP Slamet menjabat Kasatsamapta Polres Tegal Kota.

Adapun jabatan Kasatsamapta kini di emban AKP Sakmadi, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pagerbarang, Polres Tegal.

 


Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang mengatakan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran jabatan. Ia meminta para pejabat baru segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Intinya penyegaran. Mutasi merupakan hal yang biasa di kepolisian. Harapannya, pejabat yang baru bisa segera menyesuaikan diri,” kata AKBP Chris Lolowang

Ia juga meminta para pejabat baru segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing serta mendukung pelaksanaan program prioritas Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawabnya..

Kapolres menegaskan, berbagai laporan dan aspirasi masyarakat menjadi perhatian Polres Tegal Kota. Sejumlah persoalan, mulai dari parkir, balap liar, kenakalan remaja hingga aktivitas usaha di kawasan Alun-alun Kota Tegal, akan di koordinasikan bersama pemangku kepentingan terkait.

“Semua laporan dari masyarakat menjadi atensi kami. Nantinya, persoalan yang ada akan kami koordinasikan dengan stakeholder terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” pungkasnya

Jumat, 23 Oktober 2026

Sentuh Anak Pesisir, Satpolairud Polres Tegal Kota Kenalkan Kapal Patroli dan Edukasi Keselamatan Laut

Kota Tegal – Wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, Satpolairud Polres Tegal Kota bersama personel Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah yang tengah melaksanakan penugasan wilayah Tegal menggelar kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di Pelabuhan Pelindo II Tegal, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menyasar anak-anak pesisir, khususnya anak-anak keluarga nelayan yang belum memperoleh akses pendidikan formal. Melalui program tersebut, Polri berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan pengetahuan tentang keselamatan laut dan memotivasi anak-anak agar tetap memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian perairan mengajak anak-anak mengenal kapal patroli, mulai dari fungsi kapal, berbagai perlengkapan, hingga sarana pendukung operasional kepolisian perairan. Anak-anak juga mendapatkan edukasi mengenai beragam alat keselamatan laut, seperti pelampung keselamatan (life jacket), pelampung cincin (ring buoy), serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Petugas turut memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama bagi masyarakat pesisir dan keluarga nelayan yang sehari-hari memiliki kedekatan dengan lingkungan perairan. Melalui pengenalan secara langsung tersebut, anak-anak diharapkan lebih memahami fungsi perlengkapan keselamatan dan pentingnya melindungi diri saat berada di laut.

Tak sekadar memberikan edukasi, personel Polri juga membangun kedekatan dengan anak-anak melalui pesan-pesan motivasi. Mereka diajak untuk tetap berani bermimpi, menjaga semangat belajar, dan tidak mudah menyerah meskipun menghadapi keterbatasan.

Kasatpolairud Polres Tegal Kota, Iptu Ahmad Silahuddin, mengatakan bahwa kegiatan Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan anak-anak pesisir yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat perairan. Tetapi juga memberikan perhatian kepada anak-anak nelayan. Mereka memiliki potensi dan cita-cita yang harus terus di dukung. Kami berharap keterbatasan yang mereka hadapi tidak memadamkan semangat untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Iptu Silahuddin.

Tak Sekadar Jaga Laut, Polri Hadir Memberi Motivasi dan Ruang Belajar bagi Anak-Anak Nelayan

Ia menambahkan, pengenalan kapal patroli dan perlengkapan keselamatan laut menjadi sarana pembelajaran langsung yang dapat menambah wawasan anak-anak. Sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang keselamatan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kehadiran Polri juga membawa manfaat bagi pendidikan dan kehidupan mereka. Semoga kegiatan sederhana ini dapat memberikan pengalaman berharga, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memotivasi mereka untuk terus mengejar cita-cita,” tambahnya.

Manfaat kegiatan tersebut juga di rasakan oleh Dika, salah satu anak pesisir warga Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Dika mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia di ketahui sempat mengenyam pendidikan hingga kelas V sekolah dasar sebelum putus sekolah.

Bagi Dika, kesempatan mengenal kapal patroli dan berbagai perlengkapan keselamatan laut menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan pelabuhan bersama personel kepolisian perairan.

“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Saya jadi tahu tentang kapal patroli polisi dan alat-alat keselamatan yang di gunakan saat berada di laut. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengajak kami belajar,” ungkap Dika.

Kisah Dika menjadi pengingat bahwa anak-anak pesisir membutuhkan ruang belajar, perhatian, dan dukungan agar tetap memiliki kesempatan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Polri berupaya mendekatkan pengetahuan kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal.

Sinergi Satpolairud Polres Tegal Kota dan Direktorat Polairud Polda Jawa Tengah melalui program Polisi Peduli Pendidikan di harapkan dapat memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir. Serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda.

Melalui pendekatan humanis dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Polri terus berupaya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi tumbuhnya generasi penerus bangsa yang berpengetahuan, berkarakter, dan berani meraih cita-cita.

Selasa, 20 Oktober 2026

Kapolres Tegal Kota: Penanganan PGOT Butuh Pendekatan Tepat, Keselamatan Jadi Prioritas

  


Kota Tegal – Penanganan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), membutuhkan pendekatan yang tepat agar petugas dapat menjalankan tugas tanpa membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.

Hal itu di sampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat membuka workshop penanganan PGOT di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Kapolres menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi serta pemahaman mengenai cara menangani PGOT sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan mengamankan seseorang, tetapi juga memerlukan identifikasi dan pendekatan yang tepat.

“Penanganan PGOT perlu dilakukan bersama-sama dengan menyiapkan waktu dan langkah yang terkoordinasi, sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Tegal tetap terjaga,” ujar AKBP Chris Lolowang

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjalani latihan kerja di Polres Cirebon Kota. Saat itu, persoalan pengemis dan ODGJ menjadi salah satu tantangan yang perlu di tangani. Dari proses identifikasi, petugas mendapati indikasi bahwa sebagian orang yang di amankan berasal dari wilayah kabupaten sekitar.


Pengalaman tersebut, menurut Christian, menunjukkan pentingnya memahami kondisi dan latar belakang persoalan sebelum menentukan langkah penanganan.

Ia turut mengingatkan risiko yang dapat muncul ketika petugas menghadapi ODGJ tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara penanganannya. Dalam sejumlah kejadian, aparat yang bertugas menangani ODGJ juga dapat mengalami serangan fisik.

“Cara penanganan ODGJ dan gelandangan berbeda-beda. Karena itu, petugas perlu memahami pendekatan yang tepat agar penanganan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban, baik dari pihak aparat maupun masyarakat,” katanya.

Melalui workshop tersebut, Christian berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang dapat di terapkan saat menghadapi persoalan PGOT di lapangan. Kolaborasi Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan di nilai penting agar penanganan berjalan terarah sesuai peran masing-masing.

Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang bermanfaat bagi penanganan PGOT, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Tegal yang aman, tertib, dan sejahtera.

Tak Perlu Menunggu Kembali ke Kantor, Petugas Polres Tegal Kota Siapkan LP di TKP

  


Kota Tegal – Petugas kepolisian yang menangani tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Tegal Kota di siapkan untuk membuat laporan polisi (LP) dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi.

Untuk mendukung proses tersebut, petugas di lengkapi laptop dan printer yang terkoneksi dengan sistem di satuan atas. Kesiapan sarana itu di periksa Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang saat mengecek perlengkapan penanganan awal TKP (TPTKP), Rabu (21/10/2026).

Pemeriksaan meliputi peralatan fungsi Identifikasi dan Lalu Lintas serta perangkat administrasi yang di gunakan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

AKBP Chris Lolowang mengatakan, petugas yang mendatangi lokasi kejadian tidak hanya perlu membawa perlengkapan untuk penanganan awal, tetapi juga sarana untuk mendukung proses administrasi kepolisian di lapangan.

“Tim yang turun ke TKP di lengkapi perlengkapan TPTKP serta sarana untuk membuat laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi langsung di lokasi. Ini sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah sekaligus sejalan dengan program Quick Wins Kapolri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya


Dalam pengecekan tersebut, ia juga memastikan kesiapan laptop dan printer yang di gunakan untuk pembuatan dokumen kepolisian. Menurutnya, perangkat tersebut telah berfungsi dan terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas.

“Alhamdulillah, seluruh perangkat sudah berjalan lancar. Laptop yang di gunakan juga telah terkoneksi langsung dengan sistem di satuan atas,” kata AKBP Chris Lolowang

Sementara itu, Kapolres menjelaskan, petugas Polsek bertugas melakukan penanganan awal di TKP, termasuk memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.

Adapun pembuatan laporan polisi dan berita acara pemeriksaan saksi di lakukan oleh petugas Polres.

Kesiapan personel dan perangkat pendukung ini di harapkan dapat memperlancar penanganan perkara serta membuat pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan efektif," pungkasnya.