Selasa, 16 Desember 2014

MAMPU MEMAHAMI DAN MENGAPLIKASIKAN " AMAN DENGAN IMAN " , UPACARA BENDERA BULANAN

Tegal Kota, mencermati situasi Kamtibmas di wilayah Kota Tegal dimana hingga bulan November 2014 telah terjadi hampir 220 kasus tindak pidana dengan penyelesaian sebanyak 126 kasus termasuk kejahatan yang meresahkan masyarakat dari 230 kasus telah diselesaikan sebanyak  81 kasus.

Selain itu hingga saat ini telah terjadi kasus kecelakaan lalulintas sebanyak 195 kejadian yang ditangani Unit Laka Lantas Polres Tegal Kota dengan korban luka ringan 229 orang , Meninggal Dunia sebanyak 33 orang serta kerugian material mencapai Rp 136.650.000.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Bharata Indrayana,Sik saat bertindak selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Bendera bulanan yang diikuti oleh seluruh personel Polri dan PNS Polres Tegal Kota , Rabu (17/12) bertempat di Halaman Mapolres .

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa ada beberapa kasus yang menjadi perhatian khusus yakni Kasus Pencurian kendaraan bermotor dimana diharapkan kepada seluruh anggota agar berperan aktif dalam menekan kejadian tersebut melalui pelaksanaan Terobosan Kreatif di wilayah masing-masing.

Disadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan dibenahi untuk memenuhi keinginan masyarakat , semua kekurangan yang ada hendaknya menjadi bahan refleksi bagi kita yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi dalam menghadapi tugas-tugas kedepan yang semakin komplek dan berat.

Selain itu dipenghujung Akhir tahun 2014 ini juga kita akan menghadapi Operasi Lilin Candi 2014 yakni pengamanan perayaan Natal dan Tahun baru 2015 yang tentunya memerlukan peran serta dan persiapan matang baik dari segi Personalitas , Materialitas hingga Adminstrasi yang diharapkan seluruh personel lebih meningkatkan peran dan tugas masing-masing.

Kemudian diharapkan melalui Polmas “ Jakwire Wong Tegal “ setiap anggota mampu dan memahami serta mengaplikasikan program tersebut yakni mewujudkan “ AMAN DENGAN IMAN” karena dengan Keimanan tentunya dalam melangkah akan lebih hati-hati dan bertindak serta bersikap dengan perhitungan yang matang dan bijaksana.

Sehingga terciptanya harapan masyarakat akan adanya rasa aman, nyaman dari gangguan Kamtibmas, Terjalinnya  Kemitraan antara Polri bersama masyarakat ataupun instansi lainnya serta Terjalin Sinergitas antara TNI-Polri dalam pemerliharaan ketertiban masyarakat guna mencegah gesekan dalam pelaksanaan tugas.

Mengungkap para Pelaku Kejahatan , Sebagai Problem Solving dalam menyelesaikan Kasus-kasus ringan di Masyarakat melalui pendekatan Restorative Justice Syetem Termasuk terwujudnya Citra Polisi yang didambakan dan dipercaya Masyarakat dengan menampilan diri sebagai alat Negara yang mampu berperan sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat secara profesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar